Kamis, 12 November 2009 18:50 WIB News,Ekonomi Share :

Atasi krisis listrik, Pemerintah setujui kredit ekspor US$ 300 juta untuk PLN


Jakarta–
Pemerintah melalui Departemen Keuangan akhirnya menyetujui pembiayaan kredit ekspor sebesar US$ 300 juta atau kurang lebih Rp 3 triliun bagi PLN. Rencananya kredit ekspor itu digunakan dalam membenahi infrastruktur trafo dan transmisi listrik di Jakarta untuk tahun 2010 nanti.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jawa Bali PT PLN (Persero) Murtaqi Syamsudin saat jumpa pers di kantor pusat PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Kamis (12/11). “Baru saja ada kabar gembira Bappenas telah memasukan ke dalam blue book , dan menteri keuangan sudah menyetujui (kredit ekspor),” kata Murtaqi.

Dikatakan Murtaqi saat ini PLN diminta oleh pemerintah untuk segera melakukan tender sebagai upaya untuk merealisasikan kredit ekspor tersebut. “Meminta PLN agar segera mempercepat tendernya,” katanya.

Pemberitahuan persetujuan ini, kata Murtaqi, diperoleh dari kantor Menteri Perekonomian yang sore ini memberitahu dirinya via telepon. “Kita sudah mendapatkan lampu hijau, kredit ekspor itu nantinya untuk dieksekusi tahun 2010 nanti,” jelasnya.

Murtaqi menjelaskan terkait dengan pembenahan infrastruktur listrik listrik di Jakarta, sejatinya PLN membutuhkan dana Rp 8,6 triliun.

Dengan disetujuinya kredit ekspor tersebut maka setidaknya dana Rp 3,8 triliun sudah hampir ditangan karena selain kredit ekspor, PLN memiliki anggaran Rp 800 miliar untuk menambahkan kekurangannya.

“Untuk Jakarta bisa sampai  Rp 8,6 triliun lebih, hanya baru ter-cover Rp 3,8 triliun, sisanya masih dicarikan pendanaannya,” jelasnya.

Rencananya dana sebesar Rp 8,6 triliun secara bertahap akan digunakan antara lain lain, untuk periode 2010-2013, yaitu:

* Untuk penambahan kapasitas trafo-trafo di Jakarta diantaranya penambahan IBT 500/150 kv 500 MVA di Gitet Balaraja, Gandul, Cawang, Bekasi, Cibatu dan Depok. Selain itu akan dilakukan pembangunan Gitet 500 kv dan IBT 500/150 kv di Muara Tawar dan Duri Kosambi.

* Untuk debottlenecking transmisi 150 kv di Gandul-Serpong, Cikupa-Balaraja, Angke-Ancol, Cibinong-Sentul-Bogor Baru, Serpong-Bintaro-Petukangan, Semanggi

* Barat-Karet, Semanggi Barat-Semanggi.

* Untuk looping transmisi 150 kv diantaranya untuk di Gedung Pola Manggarai, Manggarai-Dukuh Atas, Ketapang-Mangga Besar, Kebon Sirih-Gambir Lama dan Duren Tiga -Kemang.

Ia menambahkan dengan kebutuhan anggaran Rp 8,6 triliun secara bertahap maka paling tidak akan mengamankan kondisi beban listrik di Jakarta. Setidaknya jika pembenahan tersebut terpenuhi maka sistem kelistrikan PLN akan masuk dalam sistem N-1 yaitu dimana suatu sistem kelistrikan ketika ada kerusakan di satu komponen maka aliran listrik ke pelanggan akan tetap terlayani alias tidak terjadi pemadaman.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…