Foto ilustrasi. (JIBI/Bisnis Indonesia)
Rabu, 11 November 2009 18:31 WIB Ekonomi,News Share :

PLN butuh Rp 32 triliun untuk penuhi listrik nasional

Jakarta–PT PLN (Persero) membutuhkan investasi senilai Rp 32 triliun untuk memenuhi kebutuhan listrik secara nasional di tahun 2010.

Hal ini disampaikan Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar saat ditemui di Kantor Kementerian Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (11/11).

Menurut Fahmi, dana tersebut untuk memenuhi biaya operasional PLN dalam rangka pemenuhan kebutuhan listrik, sehingga pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 6% pada tahun 2010. Perhitungan tersebut sudah disampaikan pihak PLN kepada pemerintah.

“Itu untuk berbagai hal, pembangkit, transmisi, distribusi supaya kebutuhan kita terpenuhi. Pertumbuhan ekonomi kan 4%, kalau ekonomi mau tambah hingga 6% maka listrik harus tambah 9%. Kita butuh Rp 32 triliun untuk 2010 saja,” ujar Fahmi.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan listrik di Jakarta saja, tambah Fahmi, dibutuhkan investasi sebesar Rp 4,6 triliun untuk mengatasi hambatan di gardu induk dan transmisi.

“Ini kan kondisi force mayor bagi PLN dan memang harus kita siapkan untuk perbaiki sistem Jakarta supaya lebih andal kita lakukan perhitungan sekitar Rp 4,6 triliun untuk kebutuhan Jakarta karena sekarang terjadi bottleneck di gardu induk dan transmisi,” jelas Fahmi.

Fahmi menyesalkan keadaan listrik di Indonesia saat ini. Menurutnya keadaan tersebut terjadi karena PLN sudah lama menambah investasinya. Fahmi berharap dana kebutuhan investasi PLN bisa ditutup dari APBN, kredit ekspor, dan pinjaman lunak.

“Ada APBN, kredit ekspor, dan soft loan . Memang selama ini PLN sudah cukup lama tidak lakukan investasi. Inilah dampaknya,” tegas Fahmi.

Di tempat yang sama, Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan perhitungan mengenai dana permintaan PLN untuk memperbaiki sistemnya ini sedang dalam pembahasan. Namun, Hatta menegaskan akan menyelesaikan masalah PLN ini secepatnya.

“Perhitungannya sedang dibicarakan. Kita itu bicara secara nasional. Shortage -nya berapa, kita tidak ingin ada blackout , atau ada pemadaman secara nasional. Kita cari bagaimana cara menanganinya. Kita selesaikan dulu. Saya sudah minta secara maraton diselesaikan. Kita atasi dengan cukup serius dan terukur. Hari kamis nanti akan kami sampaikan,” ujar Hatta.

dtc/isw

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
ISI Bukan Kampus Zombi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (23/8/2017). Esai ini karya Aris Setiawan, dosen di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah segelas.kopi.manis@gmail.com Solopos.com, SOLO¬†— Institut Seni Indonesia (ISI) Solo segera dipimpin rektor baru. Rektor Sri Rochana Widyastutieningrum…