Rabu, 11 November 2009 13:02 WIB News Share :

Pegiat korupsi laporkan kasus Bibit-Chandra dalam UNCAC


Jakarta–
Sejumlah pegiat antikorupsi yang hadir dalam pertemuan United Nations Convention Againts Corruption (UNCAC) melaporkan kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah pada peserta yang hadir. Tidak hanya itu, tren pelemahan KPK yang dilakukan pemerintah juga turut disampaikan.

“Kita tidak hanya soroti isu Bibit-Chandra, tapi juga tren pelemahan KPK,” kata Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo, saat dihubungi lewat telepon, Rabu (11/11/2009).

Adnan dan sejumlah aktivis yang hadir dalam pertemuan berharap agar dunia internasional tahu kondisi terakhir di Indonesia. Terutama persoalan KPK yang sedang dilemahkan.

“Kita berupaya semaksimal mungkin agar dunia internasional tahu apa yang terjadi di Indonesia,” tegasnya.

Pertemuan UNCAC ini digelar sejak tanggal 9-13 November 2009 di Doha, Qatar. Ada sekitar 100 perwakilan negara-negara dunia beserta 50 organisasi antikorupsi yang hadir dalam pertemuan ini.

KPK diwakili oleh Wakil Ketua Bidang Pencegahan M Jasin dan Wakil Ketua Bidang Penindakan Sementara Mas Achmad Santosa. Sementara sejumlah aktivis yang hadir adalah dari ICW, Adnan Topan Husodo dan Danang Widoyoko serta Direktur PUKAT UGM Zainal Arifin Mochtar.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….