Rabu, 11 November 2009 20:44 WIB Hukum,News Share :

Motif pembunuhan di Mediterania belum jelas

Jakarta–Entah apa motif pembunuhan terhadap Setianti Dwi Retno. Namun yang pasti, sejumlah barang-barang berharga milik perempuan yang juga berprofesi sebagai model itu hilang.

Menurut ibunda Tia, Yuni, beberapa barang milik Tia di apartemennya hilang. “Yang hilang itu kartu ATM, uang, dan handphone,” kata Yuni saat ditemui di RSCM, Jakarta, Rabu (11/11).

Yuni pun menyayangkan kenapa putrinya harus dibunuh. “Kalau mau mencuri, ya ambil saja. Nggak usah membunuh,” kata Yuni sambil sesenggukan.

Yuni datang ke RSCM untuk melihat kondisi jenazah Tia. Hingga kini, polisi masih menyelidiki siapa pembunuh gadis yang berprofesi sebagai model itu. Seorang pembantu rumah tangga berinisial AAM masih diperiksa.

Sebelumnya, identitas Setianti Dwi Retno akhirnya terkuak setelah keluarganya tiba di RSCM. Perempuan cantik yang menjadi korban pembunuhan di Apartemen Mediterania itu memang lulusan SMA 28 Jakarta dan masih berkuliah di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN).

Identitas itu sesuai dengan profil yang ada di dalam situs jejaring sosial Friendster. Selain kuliah, aktivitas Tia sehari-hari adalah menjadi sales promotion girl (SPG) dan model.

“Dia alumni SMA 28 dan sekarang masih kuliah di STAN semester akhir,” kata sepupu Tia, Totok, dalam pesan singkat kepada detikcom, Rabu.

Tia ditemukan tewas di unit apartemennya nomor 25 HE. Diduga, Tia telah tewas selama 2 hari karena tubuhnya telah rusak.

Polisi masih menyelidiki siapa pembunuh gadis ini. Seorang pembantu rumah tangga berinisial AAM masih diperiksa. Diduga, Tia tewas karena pukulan benda tumpul di kepala bagian belakang.
dtc/tya

lowongan kerja
lowongan kerja SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Krisis Kepribadian

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (19/7/2017). Esai ini karya Indra Tranggono, pengamat budaya yang tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah indra.tranggono23@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Manusia harus menjadi majikan (penguasa) atas hawa nafsunya. Artinya ia berdaulat…