Rabu, 11 November 2009 14:09 WIB News Share :

Kasus Bank Century dilaporkan ke KPK

Jakarta–Sejumlah elemen masyarakat, Rabu, melaporkan kasus dugaan korupsi penyelamatan Bank Century ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Perwakilan para pelapor, Addie Massardi mengatakan, laporan kasus Bank Century telah diterima oleh bagian Pengaduan Masyarakat KPK.

“Kasus ini adalah sumber dari semua persoalan hukum yang ada saat ini,” kata Addie setelah melapor.

Addie mengaku telah menyerahkan sejumlah data terkait kasus itu. Mantan juru bicara kepresidenan pada era kepemimpinan Abdurrahman Wahid itu mengatakan, pihaknya telah melampirkan data rapat di Bank Indonesia tentang Bank Century.

Menurut Addie, rapat-rapat tersebut membahas kondisi Bank Century yang dianggap bermasalah, sehingga membutuhkan suntikan dana penyelamatan. Rencananya, Addie dan para pelapor juga akan menemui pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Kami ingin BPK tidak terlalu lama menangani kasus ini,” kata Addie menambahkan.

Addie berharap semua pihak yang mempunyai data tentang kasus Bank Century untuk segera melapor ke KPK, sehingga kasus itu segera ditangani.

KPK sedang melakukan penyelidikan kasus Bank Century. Dalam beberapa kesempatan, pimpinan KPK mengatakan mereka masih menunggu hasil audit BPK dalam kasus tersebut.

Kasus Bank Century menjadi perhatian publik sejak Komisi XI DPR RI mempersoalkan suntikan dana kepada Bank Century yang mencapai Rp6,7 triliun, padahal yang diketahui oleh DPR hanya Rp 1,3 triliun.

Bank Century pada November 2008 diambil alih oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) karena rasio kecukupan modalnya minus 3,5 persen. LPS terhitung menyuntikkan dana hingga empat kali kepada Bank Century sejak November 2008 sehingga jumlahnya mencapai Rp 6,7 triliun.

Sementara itu, Ketua  Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Purnomo pada hari Selasa(10/11) mengatakan BPK masih sedang menyelesaikan laporannya tentang audit Bank Century dan diharapkan  sebelum akhir tahun 2009  sudah selesai.

“Mudah-mudahan sebelum akhir Desember mendatang, hasil audit itu sudah selesai,” kata Hadi Purnomo kepada pers seusai mengadakan pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi di kantor Depdagri.
Ant/tya

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…