Rabu, 11 November 2009 18:25 WIB Internasional Share :

Kamboja tolak permintaan ekstradisi Thaksin

Kamboja–Kamboja menolak permintaan Thailand untuk mengekstradisi Thaksin Shinawatra karena dikhawatirkan memperkeruh sengketa kasus pengangkatan Phnom Penh atas buronan mantan perdana menteri Thailand itu sebagai penasehat ekonomi.

Para diplomat Thailand menyerahkan surat permintaan ekstradisi pengusaha besar itu, yang ditumbangkan dalam kudeta 2006 dan kini tinggal di pengasingan, untuk menghindari hukuman penjara karena kasus korupsi. Namun para pejabat Kamboja segera menolak dengan resmi surat mereka.

“Respon surat ini cukup mengatakan kepada Kementerian Luar Negeri Thailand bahwa tidak akan ada ekstradisi,” kata Perdana Menteri Kamboja Hun Sen dalam konferensi pers bersama Thaksin di Phnom Penh, Rabu (11/11).

Hun Sen mengatakan, Kamboja menolak untuk memulangkan miliyuner itu kembali ke Thailand, dengan dalih bahwa tuduhan-tuduhan yang menyebabkan pemenjaraannya selama dua tahun dilakukan secara in absentia dan bermotif politik.

“Anda ketahui beberapa pemimpin telah ditumbangkan selama provokasi, namun Thaksin ditumbangkan pada saat dia masih dalam mengemban misi negara. Karena itu jelas dia adalah korban politik kudeta 19 September 2006,” kata Hun Sen.

Hun Sen menambahkan ia tidak akan membahas peranan penasehat baru Thaksin dengan Thailand, jika dia bertemu dengan   perdana menteri Thailand di konferensi tingkat tinggi para pemimpin regional dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama di Singapura, Minggu.

Thaksin dan Hun Sen bersahabat cukup erat selama beberapa tahun dan juga terkadang bermain golf bersama. Laporan-laporan mengatakan bahwa mereka berencana akan bermain satu putaran di kota turis Siem Reap, Jumat.

Thaksin memanfaatkan konferensi pers, yang diselenggarakan di rumah Hun Sen di luar kota Phnom Penh, untuk menuduh pemerintah Thailand yang dipimpin PM Abhisit Vejjajiva bermental ‘perang dingin.’ Thaksin menyampaikan pidato di hadapan 300 pakar ekonomi Kamboja pada Kamis. Para pejabat Kamboja mengatakan, dia akan tinggal di negaranya selama dua atau tiga hari, namun tidak berminat untuk menetap di sana.

ant/isw

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…