Rabu, 11 November 2009 20:28 WIB News Share :

Eks Direktur Penyidikan akui bermasalah dengan pimpinan KPK

Jakarta–Mantan Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widaryatmo mengakui sempat bermasalah dengan pimpinan KPK. Ada beda kepentingan antara dia dengan pimpinan. Hal inilah yang membuat Bambang meminta Polri menariknya dari lembaga anti korupsi tersebut.

“Saya menjelaskan, latar belakang penarikan saya (dari KPK) antara lain karena tidak bisa memenuhi kepentingan individu dari pimpinan (KPK) yang menyalahi sumpah saya,” ujar Bambang di Gedung Wantimpres, Jl Veteran, Jakarta, Rabu (11/11) seusai memberi keterangan kepada Tim 8.

Bambang mencontohkan, perbedaan kepentingan itu terlihat saat dirinya akan melakukan penggeledahan ruang kerja Gubernur Sumatera Selatan Syahrial Oesman dalam kasus Tanjung Api-Api. Saat itu, pimpinan KPK memerintahkan Bambang untuk menghentikan penggeledahan.

“Ada perintah dari pimpinan bahwasanya tidak usah menggeledah. Padahal saya ingin mencari bukti di ruangan itu berdasarkan keterangan dari saksi-saksi. Itu dari Pak Antasari, Pak Chandra, dan Pak Ade Raharja,” ungkapnya.

Bambang pun saat itu tidak mengetahui alasan dari perintah pimpinan KPK untuk menghentikan penggeledehan. “Saya tidak tahu karena saya tidak ada yang menghubungi,” tandasnya.

Sebelumnya, nama Bambang disebut dalam dokumen 15 Juli, sebagai pihak yang menerima uang dari Ari Muladi untuk diserahkan kepada pimpinan KPK. Namun, Ari telah mencabut dokumen yang dibuatnya bersama Anggodo tersebut.

 

dtc/tya

lowongan kerja
lowongan kerja SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Jaminan Produk Halal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (21/7/2017). Esai ini karya Muhammad Qomar, alumnus Program Master of Public Administration University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia. Alamat e-mail penulis adalah qomarmoehammad@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Beberapa waktu lalu beredar mi instan impor yang mengandung…