Rabu, 11 November 2009 12:49 WIB Hukum,News Share :

Diduga aniaya 25 SPG, Bos PT Ahluwalia dilaporkan polisi

Jakarta–Bos PT Ahluwalia, Ricky Ahluwalia, dilaporkan melakukan penganiayaan terhadap 25 SPG yang menjadi karyawatinya. Ricky dituduh menampar para SPG, memaksa mereka minum air toilet bahkan sampai menjilati ludah bosnya.

Para SPG melaporkan Ricky dengan mendatangi Polres Jakarta Pusat, Jl Matraman Raya Jakarta Pusat, Rabu (11/11).

Penganiayaan yang mengerikan itu terjadi pada Sabtu (7/11) lalu. “Saya sudah ditamparin. Disuruh minum air toilet. Teman saya Merry, disuruh menjilat ludahnya,” ujar Peni, salah seorang SPG yang menjadi korban.

Awalnya para SPG itu dipaksa mengaku telah mencuri uang hasil transaksi jual beli senilai Rp 5-25 juta. Namun para SPG tidak mau mengaku. Mereka pun disiksa di ruang kantor Pusat lantai III Jl Pintu Air 5/53H, Pasar Baru Jakarta Pusat. Penyiksaan dilakukan oleh Ricky bersama 2 orang karyawan lainnya, Suhari dan Kadut.

Ricky memaksa mereka menjilati ludah serta mencium sandalnya. Mereka pun diminta untuk meminum air dari toilet dan memakan putung rokok. Belum puas, Ricky pun sempat melakukan pelecehan seksual kepada mereka.

Sebelum melapor ke kepolisian, para korban telah melakukan visum di RSCM. Para karyawan mulai datang pukul 11.15 WIB. Mereka pun langsung diterima oleh Kasatreskrim Polres Jakarta Pusat Kompol S. Nainggolan. Saat ini Penny dan karyawati lainnya didampingi salah seorang perhimpunan bantuan hukum Indonesia untuk membuat laporan.

dtc/isw

lowongan kerja
lowongan kerja Perusahaan yang Bergerak di bidang Tekstil, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Banner Toko

Kolom

GAGASAN
Kasus Klaten Mengingat Pejabat Pengingkar Amanat

Gagasan┬áSolopos ini telah terbit di HU Solopos Edisi Rabu (4/1/2017). Buah gagasan Muhammad Milkhan, pengurus cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Klaten yang beralamat email di┬ámilkopolo@rocketmail.com. Solopos.com, SOLO —┬áPredikat laknat memang pantas disematkan kepada para pejabat yang mengingkari amanat. Para pejabat…