Rabu, 11 November 2009 21:21 WIB Karanganyar Share :

Daerah rawan longsor diawasi ketat

Karanganyar (Espos)–Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) Kabupaten Karanganyar mulai melakukan pengawasan khusus terhadap sejumlah daerah rawan longsor, setelah hujan mulai mengguyur Karanganyar beberapa hari terakhir ini.

Kondisi tanah di perbukitan yang lama kering dan merekah, jika kemasukan air hujan dalam tempo yang cukup lama memang berpotensi longsor.

Menurut Koordinator Lapangan Satlak PB Karanganyar, Aji Pratama Heru K, sejumlah daerah yang menjadi fokus pengawasan antara lain di wilayah Kecamatan Jenawi, Kerjo, Ngargoyoso, Tawangmangu dan Jatiyoso, yang semuanya berada di lereng Gunung Lawu.

“Secara geografis, kondisi tanah di beberapa daerah itu tergolong rawang longsor. Di tempat itu juga pernah terjadi bencana longsor dan sebagian di antaranya memakan korban jiwa,” ujar Heru, saat ditemui Espos di ruang kerjanya, Rabu (11/11).

Bentuk pengawasan yang dilakukan, kata dia, dengan memonitor secara rutin perkembangan situasi dan kondisi daerah setempat. Di samping itu, dengan menggencarkan sosialisasi dan pelatihan tanggap bencana bagi warga setempat.

Diakuinya, saat ini pergantian musim sudah dimulai dan sejumlah daerah di lereng Lawu belakangan ini sudah sering diguyur hujan. Karena itu, Kecamatan Jatiyoso, Tawangmangu, Jenawi, Ngargoyoso dan Kerjo, dimasukkan dalam daerah pengawasan utama. Setiap saat, pihaknya menyiagakan relawan, peralatan, termasuk menyiapkan warga untuk menghadapi segala kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu.

Lebih lanjut, Heru menyebutkan, saat ini terdapat dua desa yang masuk dalam daftar prioritas pengawasan karena ditemukan retakan tanah di kawasan setempat. Dua desa yang dalam pengawasan intensif itu yakni Desa Plosorejo di Kecamatan Kerjo dan Desa Melikan di Kecamatan Ngargoyoso. Di desa itu ada retakan tanah lebih dari 200 meter di bukit, yang sewaktu-waktu bisa longsor karena tekanan air hujan.

“Curah hujan memang belum seberapa. Namun jika hujan mulai turun dengan intensitas tinggi dan lama, kondisinya akan membahayakan. Sebab retakan akan kemasukan air, dan terserap sampai ke lapisan tanah yang jenuh. Ini yang mengakibatkan pergerakan tanah atau longsor,” jelasnya.
dsp

Lowongan Pekerjaan
Staf IT Rumah Sakit Mata Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Anomali Ekonomi Indonesia

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Kamis (3/8/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Menarik mencermati kondisi perekonomian Indonesia selama tujuh bulan pada 2017 ini. Secara umum…