Selasa, 10 November 2009 12:37 WIB News Share :

Sosok Yulianto masih misteri, punya banyak nama alias

Jakarta–Identitas Yulianto, seorang yang disebut Ari Muladi menerima uang Anggoro Widjojo, masih misterius. Dia diyakini memiliki banyak nama alias. Selain itu dikenal sebagai makelar kasus (markus) terbesar di Surabaya. Yang mengejutkan, dia sebenarnya memiliki hubungan kekeluargaan dengan pimpinan PT Masaro Radiokom.

Informasi yang diperoleh, Selasa (10/11), Yulianto memiliki nama alias Yohanes alias Daniel alias Pak D alias Kong Bu Al Kho Yusac, alias Gunawan. Nama Yulianto lebih sering dipakai di dalam paspor.

Dia disebut-sebut sebagai markus terbesar di Surabaya. Menurut sumber detikcom, dia memiliki rumah di perumahan elit di Graha Family Surabaya, juga memiliki rumah di Singapura dan Australia.

Yulianto sebenarnya juga memiliki hubungan kekerabatan dengan PT Masaro Radiokom, perusahaan yang dimiliki Anggoro. “Yulianto punya paman bernama Lukito, yang punya menantu Putronevo, yang tak lain adalah dirut PT Masaro,” kata dia.

Tapi benarkah informasi itu? Belum ada pihak yang bisa dikonfirmasi meski telah mencoba mendatangi sebuah rumah di Graha Family di Blok D. Rumah berlantai dua itu sangat asri, berpagar putih dan penuh pepohonan.

Namun, rumah itu terlihat sepi, meski ada dua mobil yang terparkir di carport. Satpam yang bertugas saat ditanya siapa pemilik rumah itu mengaku tak tahu. “Saya baru dipindah bertugas di sini sejak kemarin,” kata sang satpam.

Apakah rumah itu milik Yulianto alias Yohanes? Satpam mengaku tak tahu. Namun, setahu dia, rumah itu hanya ditinggali oleh sopir dan para pembantu. Seekor anjing juga berjaga-jaga di rumah itu. Sedangkan pemilik rumah tidak pernah terlihat.

Perumahan ini merupakan perumahan elit. Rumah-rumah yang ada di perumahan ini bernilai miliaran rupiah. Desain dan arsitektur bangunan rumah di sini bagus-bagus.

Tidak sembarangan orang bisa masuk ke kompleks perumahan ini. Tamu harus mendaftar dulu ke kantor properti untuk dicek apakah sang pemiliki rumah berkenan menerima tamu itu atau tidak. Gerbang kompleks ini juga dibagi dua. Satu gerbang untuk penghuni, satu gerbang lagi untuk tamu. Setiap tamu yang masuk pasti mendapat ‘sapaan’ sang satpam.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…