Selasa, 10 November 2009 18:08 WIB Wonogiri Share :

Sejumlah bangunan di Slogohimo diusulkan direlokasi

Wonogiri (Espos)–Kantor kecamatan dan sejumlah bangunan lain yang menempati sebagian lahan Pasar Slogohimo, Wonogiri, diusulkan untuk direlokasi ke tempat lain. Usulan itu sebagai solusi untuk mengurai keruwetan yang semakin parah di salah satu pasar tradisional terbesar di Kabupaten Wonogiri tersebut.

Hasil inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan Komisi II DPRD Kabupaten Wonogiri di wilayah kecamatan yang terletak di kaki Gunung Lawu itu, Selasa (10/11) menemukan selain kondisi yang semakin semrawut, bangunan pasarnya sendiri juga sudah tidak layak. Jumlah los yang ada sebanyak 17 unit, namun jumlah pedagangnya mencapai 623 orang, jumlah kios sebanyak 212 unit dipakai 212 pedagang, pedagang oprokan sebanyak 28 orang, pedagang kaki lima (PKL) sebanyak 75 orang dan pedagang asongan 12 orang.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Wonogiri, Marhendi, ditemui seusai Sidak mengungkapkan, kondisi tersebut terjadi sejak 3-4 tahun terakhir. “Pertama, dari sisi bangunan pasarnya sendiri, saat ini sudah tidak layak. Pasar itu terakhir direnovasi pada tahun 1993. Selain itu, lokasi pasar jadi satu dengan terminal, namun lebih dari seperempat lahan terminal juga dipakai oleh pedagang, sehingga bus angkutan umum tidak bisa masuk dan parkir di pinggir jalan,” ujar Marhendi.

Lebih jauh, Marhendi mengatakan, dari total luas lahan pasar yang mencapai 20.000 meter persegi, 7.000 meter persegi di antaranya juga digunakan untuk kantor Kecamatan Slogohimo, Koramil, BPR/BKK, PDAM, dan gedung TK. Pihak kecamatan setempat, kata Marhendi, mengusulkan agar bangunan-bangunan kantor itu dipindahkan ke tempat lain dan lahannya dipakai untuk terminal, sehingga bus-bus angkutan umum tidak parkir di pinggir jalan.

Untuk itu, pemerintah setempat harus membeli tanah sesuai yang dibutuhkan. Anggota Komisi II, Ahmad Zarif menambahkan, solusi lainnya adalah kantor kecamatan dan lain-lainnya tidak dipindah, tapi bangunan pasar di sebelah barat dibangun dua lantai, lantai II untuk pasar sedangkan lantai I untuk terminal.
shs

lowongan kerja
lowongan kerja SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Krisis Kepribadian

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (19/7/2017). Esai ini karya Indra Tranggono, pengamat budaya yang tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah indra.tranggono23@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Manusia harus menjadi majikan (penguasa) atas hawa nafsunya. Artinya ia berdaulat…