Selasa, 10 November 2009 10:30 WIB Internasional Share :

Ribuan warga Jerman rayakan 20 tahun runtuhnya tembok Berlin


Berlin–
Jerman merayakan 20 tahun runtuhnya tembok Berlin. Pesta persatuan ini diperingati dengan meruntuhkan 1.000 tembok laksana kartu domino.

Acara puncak peringatan 20 tahun runtuhnya tembok Berlin ini digelar dari kawasan Brandenburger Tor sampai Postdamerplatz, Senin (9/11) malam. Berdasarkan pantauan puluhan ribu orang tumpah ruah di jalanan. Hujan tidak menghalangi animo rakyat untuk menyaksikan runtuhnya tembok domino.

Di jalur bekas berdirinya tembok Berlin, sudah dijejerkan 1.000 buah tembok triplek berukuran 2×1 meter laksana kartu domino raksasa. Jejeran tembok domino ini merentang panjang sekitar 1,5 km dari gedung DPR Reichstag, monumen Brandenburger Tor, sampai kawasan niaga Postdamerplatz. Berbagai lukisan menghiasi tembok-tembok ini.

“Keruntuhan tembok Berlin adalah momen paling membahagiakan bagi rakyat Jerman,” kata Kanselir Angela Merkel sambil berpayung, dalam pidato yang
ditayangkan layar raksasa.

Sejumlah pimpinan dunia hadir dalam acara ini, antara lain Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dan Menlu AS Hillary Clinton. Bahkan ditayangkan pula rekaman pidato sambutan Presiden AS Barack Obama.

“Tidak boleh ada lagi sebuah tirani yang mengancam kebebasan,” kata Obama disambut tepuk tangan.

Tepat pada pukul 20.30 waktu Berlin, dalam 5 hitungan mundur, tembok pun siap didorong. Adalah mantan pimpinan gerakan Solidarnosc, Lech Walesa yang mendorong tembok pertama. Aliran rubuhnya tembok domino pun dimulai dalam iringan tepuk tangan yang membahana.

Namun ternyata tidak semua tembok roboh sempurna. Tampak di layar raksasa, runtuhnya tembok domino sempat berhenti di satu sudut. Kamera pun segera berganti tampilan sembari diiringi sorak sorai penonton.

dtc/isw

lowongan kerja
lowongan kerja PT. BPR SURYAMAS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Ramadan di Bumi Pancasila

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/6/2017). Esai ini karya M. Zainal Anwar, dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah zainalanwar@gmail.com Solopos.com, SOLO–Di bawah ideologi Pancasila, menjalani puasa Ramadan di Indonesia menyajikan kemewahan luar…