Selasa, 10 November 2009 11:27 WIB News Share :

Polisi tetap ngotot lengkapi berkas Bibit-Chandra


Jakarta–
Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk kedua kalinya mengembalikan berkas Chandra M Hamzah kepada Mabes Polri, Senin (9/11) malam. Namun, polisi tetap ngotot melengkapi berkas sesuai petunjuk Kejaksaan.

“Kurang bukti bukan berarti final, bisa dicari bukti tambahan. Kita akan tindak lanjuti apa yang harus dilengkapi lagi sesuai mekanisme hukum,” kata Wakil Kepala Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Sulistyo Ishak, Selasa (10/11).

Kejaksaan menyatakan bahwa berkas perkara Chandra atas pasal 12e U No.31 Tahun 1999 tentang pemerasan dinyatakan kurang bukti dan keterangan saksi. Namun, Sulistyo enggan menyebutkan siapa saksi yang akan dimintai keterangan dalam melengkapi berkas ini.

“Penambahan saksi mana yang dimintai keterangan, itu belum tahu persis. Dokumen ada di penyidik,” tutur Sulistyo.

“Kalau tiba-tiba nanti yang dimintakan (saksi) Kejaksaan bisa dipenuhi, alhamdulillah,” jelasnya.

Beberapa waktu lalu, Kapolri mengungkapkan bahwa Ari Muladi menyerahkan uang ke oknum KPK sebesar Rp 5,1 miliar melalui seseorang yang bernama Yulianto. Namun, hingga kini polisi belum memeriksa Yulianto.

“Kan masih dicari. Kita tunggu saja proses hukumnya. P19 bukan sekali, dua kali bukan hal yang nggak wajar, tapi ini jadi perhatian,” ungkap Sulistyo.

Polisi yakin bisa melengkapi berkas pemeriksaan. “Ya doakan saja. Kan segala sesuatu ada prosesnya,” ujar Sulistyo.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…