Selasa, 10 November 2009 13:23 WIB News Share :

Kejagung diminta usut kasus Bank Century


Jakarta–
Citra Kejaksaan Agung (Kejagung) dinilai merosot dengan adanya kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah. Untuk mengembalikan citra, Kejagung diminta segera mengusut kasus Bank Century.

“Kasus Bibit dan Chandra adalah sebab akibat kasus Century. Dan kita tahu posisinya sekarang di P19. Guna memulihkan citra, Kejagung kami sarankan mengungkap akar persoalan yang mengemuka di Bank Century. Ambil kasus ini untuk mengembalikan citra,” kata anggota Komisi III Bambang Susetyo.

Bambang mengatakan itu dalam rapat kerja (raker) lanjutan dengan Kejagung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa(10/11).

Menurut anggota FPG ini, BPK tidak bisa diharapkan mengungkap akar masalah dalam kasus Bank Century karena terganjal aturan dalam UU.

“Kita tahu dalam kasus Century, ada dugaan aliran dana secara haram. Kalau Kejaksaan ingin memulihkan citra, ambil kasus Century dan ungkapkan,” imbuh Bambang.

Sebelumnya Tim 8 merekomendasikan kasus Bibit dan Chandra tidak cukup bukti untuk dilanjutkan ke pengadilan. Jika dipaksakan, maka pasal yang diajukan pasal karet. Terhadap hal ini, Kejagung memutuskan untuk mengembalikan berkas Chandra dalam posisi P19 (belum lengkap) kepada Kepolisian. Kepolisian diberi waktu dua minggu untuk melengkapi berkas.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…