Selasa, 10 November 2009 20:32 WIB News Share :

Bukittinggi dilandai banjir dan longsor, dua tewas

Padang–Permukiman pendudukan RT 01/RW 01 Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi, Sumatra Barat (Sumbar) dilanda banjir dan tanah longsor menyebabkan dua korban tewas, yakni Nelli,22, dan Yusuf,5.

Data yang dihimpun dari sejumlah warga Kota Bukittinggi, Selasa, menyebutkan  hujan lebat mengguyur kota wisata itu sejak pukul 12:00 WIB. Beberapa lama kemudian perbukitan dengan ketinggian lima meter di kawasan itu longsor dan menimpa kedai serta lapak-lapak pedagang di Pasar Lereng di bawahnya.

Kepala Bidang Pasar Pemkot Bukittinggi, Riyandi ketika dikonfirmasi membenarkan dua korban tewas itu, sementara empat korban lain, yakni Yanti,24, Bujang,41, Arwin,42, dan Jamilis,39, dirawat di RSUD Ahmad Mukhtar kota itu.

Dua korban tewas saat dievakuasi ditemukan dalam kondisi masih hidup dan seteleh sempat dirawat, akhirnya meninggal dunia. Petugas mengevakusi korban menggunakan alat berat sehingga semua korban (enam orang) tertimbun akhirnya ditemukan.

Dalam waktu bersamaan di kota wisata itu, yakni sebagian pemukiman warga di bawah jalan Sukarno-Hatta di Kecamatan Mandiangin Koto Selayan direndam banjir dengan ketinggian air 50 sampai 100 meter.

Ramaini,39, warga Mandiangin Koto Selayan yang dihubungi melalui telepon selulernya, membenarkan rumahnya terendam banjir akibat hujan lebat Selasa siang.

Perempuan itu, mengaku banjir juga terjadi Senin (9/11) malam hingga Selasa dinihari yang dipicu tingginya curah hujan. Awal pekan ini saja, katanya, pemukiman RT 01/RW 01 Mandiangin sudah dua kali dilanda banjir, bahkan Senin malam banyak warga mengungsi ke rumah keluarganya di tempat lain.

“Sebanarnya air surut Selasa dini hari, tapi siangnya kembali dihantam banjir sehingga perabotan rumah tangga banyak yang rusak,” katanya.

Ia menduga pemicu banjir adalah pembangunan jembatan di jalan Sukarno-Hatta. Pembangunan itu telah membuat saluran air menjadi dangkal dan sempit sehingga air mudah meluap.

 

Ant/tya

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…