Senin, 9 November 2009 19:57 WIB Boyolali Share :

Sidang Prakas, JPU dinilai tidak cermat dalam ajukan tuntutan

Boyolali (Espos)–Sidang lanjutan terdakwa pembunuhan berantai, Prakas Agung Nugroho, 28, dengan agenda pembacaan pembelaan (pledoi) terdakwa yang pekan lalu sempat ditunda, akhirnya digelar di Pengadilan Negeri (PN) Boyolali, Senin (9/11).

Dalam sidang tersebut, Tim Pengacara terdakwa menyebutkan bahwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak teliti dan tidak cermat dalam menyusun surat dakwaan maupun tuntutan terhadap terdakwa. Sebab, pengenaan Pasal 340 junto Pasal 65 KUHP atas pembunuhan korban Dwi Suparno yang tewas di tangan terdakwa pada Mei 1999 lalu, dianggap telah kadaluarsa.

Salah seorang pengacara terdakwa, Adam Amarta SH, menjelaskan pernyataan ketidaktelitian dan ketidakcermatan JPU itu bukanlah sesuatu hal yang mengada-ada tapi berdasarkan bukti fakta-fakta hukum yang tak terbantahkan dengan dasar yakni Pasal 78 ayat (1) ke-4 dihubungkan dengan Pasal 78 ayat (2) KUHP dan Pasal 79 KUHP.

“Artinya dakwaan JPU itu sudah kadaluarsa, karena kasus ini diajukan 10 tahun setelah kejadian,” terang Adam.

sry

lowongan kerja
lowongan kerja MODERN SOLO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Kasus Klaten Mengingat Pejabat Pengingkar Amanat

Gagasan Solopos ini telah terbit di HU Solopos Edisi Rabu (4/1/2017). Buah gagasan Muhammad Milkhan, pengurus cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Klaten yang beralamat email di milkopolo@rocketmail.com. Solopos.com, SOLO — Predikat laknat memang pantas disematkan kepada para pejabat yang mengingkari amanat. Para pejabat…