Senin, 9 November 2009 17:02 WIB News Share :

Program 100 hari Menkes hanya lips service

Jakarta–Kalangan anggota DPR menilai pemaparan program 100 hari kerja Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih hanya lips service .

“Program yang disampaikan hanya lamis-lamis, lips service , hanya kepura-puraan,” kata anggota Komisi IX DPR Gandung Pardiman, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/11).

Menurut Gandung, program Menkes terlalu luas dan tidak ada prioritas. “Dilihat dari waktu, 100 hari itu kan cuma sebentar. Itu semua program lama, tidak ada pembaruan,” ujar dia.

Politisi Partai Golkar ini menilai Menkes terlihat tegang saat raker tersebut. “Dia pernah diwawancara, kenapa dipindah dari eselon II Depkes tetapi dia tidak tahu. Ini kan dipertanyakan, berarti integritasnya rendah. Seharusnya, dia jujur dan fair alasannya apa. Jangan bilang tidak tahu,” papar dia.

Program kerja 100 hari Menkes yang dipaparkan di antaranya meningkatkan pembiayaan kesehatan untuk memberikan jaminan kesehatan masyarakat. Kedua, peningkatan kesehatan masyarakat untuk mempercepat pencapaian target milenium development goal atau MDG’s.

Ketiga, pengendalian penyakit dan penanggulangan masalah kesehatan akibat bencana. Keempat meningkatkan ketersediaan pemerataan dan kualitas kesehatan, terutama di daerah terpencil, tertinggal, perbatasan dan kepulauan secara berkesinambungan. Kelima, dukungan manajemen dalam peningkatan pelayanan kesehatan.

dtc/isw

lowongan kerja
lowongan kerja Penerbit Ziyad, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Ramadan di Bumi Pancasila

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/6/2017). Esai ini karya M. Zainal Anwar, dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah zainalanwar@gmail.com Solopos.com, SOLO–Di bawah ideologi Pancasila, menjalani puasa Ramadan di Indonesia menyajikan kemewahan luar…