Senin, 9 November 2009 16:45 WIB News Share :

Polda Metro Jaya usut kasus pencemaran nama baik Ketua Walubi

Jakarta–Polda Metro Jaya mulai menyidik laporan pencemaran nama baik Ketua Walubi Hartati Murdhaya terkait berita isu perselingkuhan dengan Andi Zulkarnaen Mallarangeng (Choel). Polisi akan segera memanggil pihak-pihak terkait seperti Hartati, Choel dan Murdhaya Poo (suami Hartati).

Polisi telah memeriksa Ketua Dewan Pembina Generasi Muda Budha Indonesia (Gemabudhi), Lieus Sungkharismajames. Lieus diperiksa sebagai saksi pelapor, Senin (9/11).

“Tadi penyidik bilang secepatnya akan memanggil Ibu Sri Hartati Murdhaya, Bapak Murdhaya Poo, Choel Mallarangeng, dan Kapolsek Menteng Kompol Khalidi,” kata Lieus usai diperiksa polisi di Polda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta.

Lieus menjelaskan kronologi munculnya berita miring soal Hartati hingga pelaporan ke Polda. Menurut Lies, isu perselingkuhan Hartati beredar pada Kamis 22 Oktober 2009. Dua hari kemudian, pada 24 Oktober, isu itu menjadi berita di Warta Kota meskipun disertai bantahan.

“Tanggal 26 saya lalu lapor ke sini. Karena ini sudah membuat resah di kalangan umat Budha, karena beliau itu adalah Ketua Walubi,” ujar Lieus.

Masyarakat Budha makin resah sebab pemberitaan isu Hartati semakin meluas dan membuat perpecahan di kalangan umat Budha. “Di tabloid Cek and Ricek, ditulis kalau isu ini dikembangkan oleh kalangan umat Budha sendiri yang tidak suka oleh kesuksesan Hartati Murdhaya,” ceritanya.

Selain melaporkan ke Polda, Lieus berencana juga akan melaporkan kasus ini ke Menteri Agama dan DPR. “Kenapa Menteri Agama? Karena ini menimbulkan keresahan di kalangan umat Budha dan ini serius. Sedangkan Pak Murdhaya Poo adalah anggota DPR sekaligus Ketua DPP PDIP. “Ini kasus serius,” tuturnya.

Ketika datang d Polda, Lieus juga turut membawa artikel dari Warta Kota yang menulis adanya berita miring tersebut yang dibantah oleh Murdhaya Poo. Namun dirinya tidak mengadukan media sebagai pelapor, tapi orang yang menghembuskan beredarnya ilmu miring tersebut.

“Saya tidak laporkan media. Media pasti punya narasumber. Nah, narasumbernya itu siapa yang membuat berita ini semakin tidak jelas. Ini harus diproses secara hukum,” katanya.

Lieus mengaku melaporkan berita miring tersebut tanpa sepengetahuan Hartati. Lieus melaporkannya atas nama umat Budha yang merasa resah dengan beredarnya berita tersebut.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
Bengkel Bubut, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…