Senin, 9 November 2009 16:35 WIB News,Ekonomi Share :

Pemadaman listrik hantam pelaku industri

Jakarta–Makin seringnya pemadaman listrik bergilir yang dilakukan PLN sangat merugikan industri. Menteri Perindustrian MS Hidayat meminta masalah pemadaman listrik ini segera diatasi.

“Buat kami,  harus diatasi dengan segera, pemadaman  bergilir bagi industri merugikan  karena nggak bisa on time dan menggangu delivery,” kata Hidayat saat ditemui di kantor Departemen Perindustrian (Depperin), Senin (9/11).

Bahkan, kata dia, jika pemadaman listrik terus berlanjut maka sektor industri akan  kehilangan kesempatan dan mengganggu produksi industri. “Ini harus diatasi segera,” katanya.

Dikatakan Hidayat, masalah listrik ini telah menjadi program prioritas yang masuk dalam 15 program utama pemerintah dalam kurun waktu 100 hari.

Sebelumnya kelompok pengusaha Jepang yang tergabung dalam  Kansai  Economic Federation  (Kankeiren)  menyatakan komplainnya soal masalah listrik. Komplain ini menjadi deretan komplain pengusaha Jepang di Indonesia termasuk pengusaha secara umum terkait soal listrik yang sering padam.

PLN sebelumnya berjanji pemadaman listrik bisa diselesaikan pada awal Desember. Pemadaman ini terutama dipicu oleh berbagai gangguan seperti kebakaran di Gardu Induk Cawang dan juga di PLTGU Muara Karang.

Guna mengatasi masalah gangguan pasokan listrik, PLN berniat membeli listrik sebanyak 37MW dari PT Bekasi Power Jababeka untuk mengurangi dampak padam akibat rusaknya trafo Cawang. Daya listrik itu akan mengalir ke PLN sekitar 14 hari lagi.

Menurut Direktur Operasi Jawa Bali PLN Murtaqi Syamsuddin PLN juga telah membeli excess power dari PT Argopantes sebesar 2 MW.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
Fila Djaya Plasindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…