Senin, 9 November 2009 15:52 WIB News Share :

Novel Eat, Pray, Love laris manis

Denpasar–Novel karya Elizabeth Gilbert berjudul Eat, Pray, Love yang difilmkan dan masih dalam proses pengambilan gambar di Bali dengan pemeran utama Julia Roberts, setiap hari diburu para pecinta buku.

Namun sayangnya, seperti di salah satu etalase yang terpajang di Toko Buku Gramedia Denpasar, pada deretan buku terlaris psikologi, persediaan novel tersebut kosong.

“Biasanya bukunya ditumpuk di tempat ini, tapi sekarang kosong karena sementara persediaan habis,” kata salah seorang staf yang berjaga, Senin.

Supervisor Penjualan Gramedia Denpasar, Sri Nurtini menjelaskan, sejak ada kabar Julia Roberts syuting di Bali, setiap hari puluhan peminat yang mencari buku tersebut.

Sejak Julia Roberts melakukan proses pengambilan gambar film Eat, Pray, Love (EPL) di Bali awal September sampai akhir Oktober lalu saja, sudah ada 130 buku yang datang dan langsung terjual, kata Sri.

Dijelaskan bahwa saat ini daftar pemesan novel tersebut tercatat 27 orang dan setiap harinya tidak kurang 10 orang yang mencari novel itu.

“Walaupun pemesan dan yang mencari-cari banyak, saat ini kami belum memiliki persediaan,” ucap Sri sembari menjelaskan, novel setebal 406 halaman dalam Bahasa Indonesia itu dijual seharga Rp 75.000.

Menurut pihak Gramedia Denpasar, buku itu sebenarnya sudah ada sejak bulan Februari 2009, namun dari jumlah yang didatangkan tahap awal 20 eksemplar, saat itu dalam sebulan hanya terjual tak lebih dari lima eksemplar. Novel itu bercerita tentang seorang wanita karier asal New York bernama Liz Gilbert yang dalam film tersebut diperankan Julia Roberts.

Dalam petualangannya, dia ingin mencari ketenangan batin dengan melakukan pengembaraan di bebebrapa negara, di antaranya Italia, India, dan akhirnya sampai ke Indonesia, yaitu Bali.

Saat di Italia, Julia Roberts dikisahkan menemukan kepuasan makan, di India mendapatkan pelajaran dalam berdoa melalui yoga, namun ketika sampai di Bali dia bertemu sosok dukun dan guru spiritual bernama Ketut Liyer.

Dengan tokoh dukun inilah, Julia menemukan hal yang selama ini menjadi pencariannya. Kondisi dan tipe masyarakatnya yang hidup bersosialisasi membuat Julia Roberts mendapatkan betapa pentingnya hidup bersosialisasi dan meninggalkan sifat materialistisnya.

Selama tinggal di Bali, Julia Roberts juga membantu Liyer untuk merapikan lontar yang berserakan dengan mengatur lalu disampul hingga terlihat tertata. Julia Roberts juga dikisahkan mengajarkan Bahasa Inggris pada Ketut Liyer, sehingga dukun itu dapat berbicara bahasa asing tersebut dengan baik.

Aktris Hollywood itu juga dikisahkan diramal oleh dukun Ketut Liyer dengan membaca garis tangan, guna mengetahui masa depannya.
Ant/tya

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pendidikan yang Memerdekakan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (21/8/2017). Esai ini karya Mohamad Ali, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta dan pengasuh Perguruan Muhammadiyah Kota Barat, Solo. Alamat e-mail penulis adalah ma122@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO–Memasuki umur 72 tahun kemerdekaan…