Senin, 9 November 2009 16:30 WIB News Share :

Massa bertato minta Tim 8 dibubarkan

Jakarta–Dua massa mendemo kantor Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang dijadikan sebagai kantor Tim 8 atau Tim Pencari Fakta (TPF), Senin (9/11). Massa yang sebagian besar bertato itu meminta agar Tim 8 dibubarkan.

Dua massa ini masing-masing dari Relawan Proklamasi dan Relawan Humanis. Meskipun dari kelompok berbeda, tuntutan mereka sama. Selain meminta Tim 8 mundur, mereka punĀ  seringkali mengecam Ketua MK Mahfud MD.

“Bubarkan saja. Kewenangan Tim 8 melebihi MA, MK dan Presiden. Adnan Buyung Nasution bisanya hanya ngambek dan sedikit-sedikit ingin mundur,” ujar salah seorang pengunjuk rasa ketika orasi di depan Wantimpres, Jl Veteran III, Jakarta.

Anehnya, meskipun berunjukrasa di kantor Wantimpres, dalam orasinya mereka lebih banyak mengecam Mahfud MD. Mereka tidak henti-henti meneriakkan tudingan terhadap Mahfud karena dianggap sebagai orang yang bertanggungjawab atas kasus ini.

“Mahfud MD harus bertanggung jawab,” tuturnya tanpa menyebutkan alasan. Bahkan mereka menyebut Mahfud MD sebagai ketua MA. Padahal Mahfud MD adalah ketua MK.

Dalam berorasi, korlap massa seringkali terbata-bata. Pun sebagian massa yang ikut, nampak banyak memiliki tato. Untuk meramaikan aksi, sejumlah massa membawa gitar dan gendang.

Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari kepolisian dan sempat membuat jalan di sekitar kantor Watimpres macet, karena demo dilakukan memakai sebagian jalan.

dtc/isw

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Industri Kreatif dan Daya Saing Bangsa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (28/6/2017). Esai ini karya Indra Tranggono, seorang pengamat budaya yang tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah indra.tranggono23@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Industri kreatif bangsa Indonesia terus bergerak menjadi kekuatan budaya yang mampu…