Senin, 9 November 2009 21:09 WIB Pendidikan Share :

Latihan Paskibra, seorang siswa SMAN 4 Solo terluka

Solo (Espos)–Seorang siswa SMAN 4 Solo, Bramastya menderita luka bakar di bagian telapak tangan setelah mengikuti latihan pasukan pengibar bendera (Paskibra) di sekolah tersebut, Jumat (6/11) lalu.

Diperkirakan, korban mengalami luka itu karena disuruh push up cukup lama di lapangan yang panas. Korban harus menjalani rawat jalan di Rumah Sakit (RS) Kasih Ibu Solo, Senin (9/11).

Ditemui wartawan di RS Kasih Ibu, Bramastya didampingi bapaknya, Joko, mengatakan, sejak masuk SMA tersebut dirinya sudah mengikuti Paskibra. “Ini hanya latihan biasa Paskibra,” ujar dia.

Meski anaknya mengalami luka akibat latihan Paskibra, namun pihak keluarga tidak akan menuntut. Joko menegaskan, pihak sekolah telah menjengguk dan menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan. “Sudah diselesaikan secara kekeluargaan dan semuanya sudah clear. Tidak ada masalah lagi,” tambah Bramastya.

Sementara itu, Kepala SMA N 4 Solo, Edy Pudiyanto membenarkan latihan paskibra yang digelar pada hari Jumat lalu diluar jadwal latihan pasukan inti (PI) Paskibra, yang biasa digelar pada hari Senin-Kamis. Hal tersebut dilakukan untuk persiapan mengikuti lomba Paskibra pada Januari mendatang di Kabupaten Klaten.

Dia mengatakan, cedera yang diderita Bramastya bukan karena kekerasan fisik dari senior atau sebagainya. “Adalah wajar jika ada sanksi atau hukuman ringan yang disepakati intern anggota sendiri, tujuannya hanya melatih fisik dan mental,” papar dia ketika dijumpai wartawan di ruang kerjanya, Senin.

Sementara ini, latihan Paskibra dihentikan lantaran tiga pekan mendatang akan digelar ujian akhir semester. Dia mengatakan, tekait kejadian ini pihak sekolah dan keluarga yang bersangkutan telah menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan.
dni/das

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…