Senin, 9 November 2009 14:36 WIB Ekonomi,News Share :

Dua investor Jepang bangun pembangkit listrik


Jakarta–
Dua perusahaan asal Jepang yaitu Mitsui dan Marubeni siap merealisasikan investasi pembangunan pembangkit listrik swasta (Independent Power Producer /IPP) dengan nilai investasi hingga US$ 1,4 miliar.

Rencananya Mitsui akan membangun pembangkit listrik berkapasitas 800 MW yang berlokasi di Paiton Jawa Timur, sedangkan Marubeni akan membangun pembangkit berkapasitas 600 MW di Cirebon.

“Mudah-mudahan tahun ini bisa mulai, dalam bentuk IPP. Dalam waktu tidak lama mereka akan launching proyek, harusnya tahun ini,” kata Menteri Perindustrian MS Hidayat saat ditemui usai pertemuan dengan kelompok Kankeiren di kantor Depperin, Jakarta, Senin (9/11).

Dikatakan Hidayat, untuk merespon rencana ini, sudah seharusnya proses investasi dipercepat dan dipermudah sehingga Mitsui dan Marubeni bisa segera memulai investasinya untuk menambah kekurangan  lisitrik di Tanah Air.

Sementara itu Dirjen Industri Logam Mesin, Tekstil dan Aneka (ILMTA) Ansari Bukhari mengatakan realisasi investasi Mitsui dan Marubeni direncanakan mulai tahun depan.

Ia mengatakan jika mengacu pada ketentuan nilai investasi secara umum (rule of thumb ) untuk investasi pembangkit listrik, maka setiap per 1 MW akan menelan investasi kurang lebih US$ 1 Juta.

Ansari menjelaskan jika dihitung proses pembangunannya maka setidaknya membutuhkan waktu 3 tahun untuk pembangunan fisik pembangkit listrik. “Program 10.000 MW saja sampai lima tahun,” katanya.

dtc/isw

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Defisit, Utang, dan Pertumbuhan

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Kamis (13/7/2017). Esai ini karya Muhammad Husein Heikal, peneliti di Economic Action (EconAct) Indonesia. Alamat e-mail penulis adalah huseinheikal@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Defisit anggaran diperlebar, utang luar negeri ditambah, maka pertumbuhan ekonomi akan terdongkrak. Begitulah yang bisa…