Minggu, 8 November 2009 16:36 WIB Boyolali Share :

KTNA minta petani tunda tanam bibit baru

Boyolali (Espos)–Jajaran Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Boyolali meminta kepada seluruh petani untuk menunda penanaman bibit tanaman pepaya baru. Hal itu dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengurangi penyebaran hama kutu putih dan kerugian yang diderita petani.

“Untuk mengatasi hama kutu putih, kami sudah ada tindakan dengan kelompok tani yaitu penyemprotan dengan sabun dan bukan pestisida kimia. Langkah lain yaitu dengan menunda penanaman bibit baru. Kami menganjurkan ke kelompok tani agar petani menunda tanam bibit pepaya baru,” ujar Ketua KTNA Boyolali, Ir Agus Wiryatmo.

Saat dihubungi Espos, Minggu (8/11), Agus yang tengah berada di Salatiga itu mengatakan, penundaan penanaman bibit baru itu dilakukan sambil menunggu hujan yang merata. Dikemukakan dia, kutu putih akan tertekan pertumbuhannya pada waktu curah hujan tinggi. Ditambahkannya, beberapa waktu lalu ada petani yang mencoba menanam bibit baru dan ternyata kena serangan hama kutu putih lagi.

Agus menyatakan penanganan serangan hama kutu putih secara umum di Boyolali sudah ditangani oleh Dinas Pertanian. Meski demikian, kata dia, KTNA juga berupaya melibatkan diri untuk ikut turun tangan.

“Selain di Musuk dan Mojosongo, serangan kutu putih juga menimpa wilayah Ampel. Lebih dari 50 hektare tanaman pepaya yang terserang kutu putih. Serangan terbanyak terjadi di Desa Kaligentong dan Gladagsari,” tambah Agus.

Untuk wilayah Kaligentong, imbuhnya, ada bantuan bibit pepaya baru sebanyak 14.000 batang. Selain itu, Agus mengemukakan petani juga swadaya membuat pembibitan baru dan kelompok tani membeli dengan harga murah Rp 400/batang-Rp 450/batang.
nad

lowongan pekerjaan
Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…