Minggu, 8 November 2009 18:02 WIB Wonogiri Share :

Kehadiran Ponari menarik perhatian warga Wonogiri

Wonogiri (Espos)–Kondisi lingkungan Gedung Giri Cahaya, Wonogiri selama dua hari, Sabtu dan Minggu (7 dan 8/11) cukup ramai. Anak-anak, orangtua ataupun kakek dan nenek dengan tertib menunggu di pintu masuk setelah membeli tiket senilai Rp 10.000/orang.

Mereka rela mengantre di depan pintu masuk gedung itu untuk menemui dukun cilik asal Jombang, Ponari, 10, yang datang di Kota Gaplek, Wonogiri untuk mengikuti pentas “Jagad Misteri” yang digelar BBS Entertainment, Solo. Ponari datang didampingi kedua orangtua, paman dan guru sekolahnya.

Semua pasien, baik anak-anak, orangtua dan kakek-kakek diberi pengobatan langsung oleh bocah kelas IV, SDN 1 Balongsari, Kedungsari, Megaluh, Jombang, Jawa Timur itu. Dengan tingkah laku bocah seusianya, Ponari pun sedikit malu saat ditanyai oleh pasien. Suara lirih keluar dari mulut Ponari seusai melakukan pengobatan.

“Tolong ya, simbah sakit pegel-pegel. Perut juga sakit,” ujar Ny Sukinah, 69, yang mengaku warga Sidoharjo.

Ponari pun memegang tangan, berikutnya perut orangtua itu. “Ndak apa-apa,” ucap Ponari lirih. Pasien itu pun bergeser dan diganti oleh pasien di belakangnya. Seusai Ponari melakukan prosesi pengobatan dengan cara memijat, Anang, yang dianggap sebagai guru pribadi dalam bidang mata pelajaran sekolah meminta semua pasien mengambil air putih yang telah disiapkan di kantong plastik.

Widati, warga Jatipuro, Karanganyar mengaku sengaja datang bersama keluarga besar. Dia mengaku tiga tahun lalu, terjatuh dan tulang lengan patah. “Upaya pengobatan sudah kami lakukan, namun sampai sekarang masih nyeri. Demikian juga perut. Mudah-mudahan dengan pengobatan alternatif ini bisa sembuh,” katanya.

Ibu Ponari, Mukaromah, 28 didampingi suaminya, 32 mengatakan batu mutiara tidak dibawa karena “tidak mau”. “Kemarin akan dibawa, ternyata “tidak mau”. Untuk menyiapkan keperluan pasien, maka kami sengaja membawa air yang telah dicelup batu mutiara itu untuk dibagikan ke pasien,” ujarnya.

Dia juga membantah kabar kalau Ponari sekarang sudah menjadi miliarder. “Tidak betul, kami sekeluarga masih biasa-biasa saja. Ponari juga telah ditawari bermain sinetron ataupun bintang iklan, namun tidak mau. Bukan apa-apa, tetapi demi masa depan anak saya yang masih butuh bimbingan dan belajar. Keluar daerah baru dua kali, di Wonogiri dan saat bincang-bincang dengan televisi saat ramai-ramainya pemberitaan Ponari dahulu,” jelasnya.

tus

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…