Minggu, 8 November 2009 15:43 WIB News Share :

Anggoro pernah ajak buyung bertemu di Singapura

Jakarta–Bos PT Masaro Radiokom, Anggoro Widjojo, ternyata pernah mengajak Adnan Buyung Nasution bertemu di Singapura. Buyung menolak setelah melihat berkas Anggoro yang dinilainya bermasalah.

“Itu sebulan lalu sebelum menguat kasus ini, dia mengajak saya bertemu. Dia menawarkan kalau saya datang dijamin semua tiketnya dan hotelnya kelas satu semua,” ujar Ketua Tim 8 ini sebelum memverifikasi Antasari Azhar di Gedung Watimpres, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Minggu (8/11)

Sebelum membaca berkas perkara Anggoro, Buyung sedikit kasihan melihat Anggoro. “Waktu itu saya belum tahu siapa Anggoro ini, dia merasa dizalimi karena dicekal kewarganegaraannya, istrinya sakit di Singapura, anaknya sampai sakit jiwa,” kenang Buyung.

Buyung bahkan pernah meminta Anggoro ke Indonesia. Namun permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh Anggoro.

“Saya tanya kenapa tidak berani kalau tidak salah? Saya bilang pulanglah saja tapi ternyata dia tidak berani pulang, takut pertanggungjawaban di depan pengadilan,” ujar Buyung.

Buyung juga kerap mendengar kabar bahwa Anggoro penyuap. Hal inilah yang kemudian mendasari Buyung untuk mengambil sikap tegas kepada Anggoro.

“Tapi setelah saya baca lagi berkasnya akhirnya saya tolak, saya sendiri juga berprinsip tidak benar Anggoro ini, dia sering menyuap. Ngasih-ngasih duit ke semua lalu kalau tertangkap hukum dia pelintir diperas,” ujarnya.
dtc/tya

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…