Minggu, 8 November 2009 16:09 WIB News Share :

6.160 Rumah di Jateng tidak layak huni

Semarang–Sekitar 6.160 rumah yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Tengah masuk dalam ketegori tidak layak huni, kata  Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Jawa Tengah M Tamzil di Semarang, Minggu.

Ia mengatakan sejak pencanangan program rehabilitasi rumah tidak layak huni di provinsi ini pada 2007, jumlah rumah tidak layak huni yang terdata mencapai sekitar 7.700 unit.

“Dari jumlah itu, yang sudah dituntaskan melalui program rehabilitasi baru sekitar 20 persen, sehingga masih terdapat sekitar 6.160 unit yang masih harus dituntaskan,” katanya.

Menurut dia, pemerintah Jawa Tengah memberikan stiumulus bagi masyarakat yang memiliki rumah tidak layak huni sebesar Rp5 juta per rumah. Ia menuturkan bantuan yang diberikan tersebut berupa material untuk membangun rumah, seperti semen, batu bata, dan lantai.

Ia mengatakan pada 2009 terdapat 480 rumah memperoleh bantuan rehabilitasi dan pada 2010 ditargetkan 750 unit rumah akan direhabilitasi. Rumah tidak layak huni di Jawa Tengah, kata dia, tersebar di berbagai daerah.

Namun, lanjut dia, sebagian besar rumah tidak layak berada di wilayah Kabupaten Grobogan, Kendal, Demak, serta Semarang. Ia menjelaskan pada akhir pemerintahan Gubernur Bibit Waluyo pada 2013 ditargetkan jumlah rumah tidak layak huni yang tersisa sebesar 853 unit.

Menurut dia, kriteria rumah layak huni yang harus dipenuhi di antaranya memiliki ventilasi, dinding tembok, lantai dan tidak berupa tanah. Ia menambahkan rumah-rumah yang memperoleh bantuan rehabilitasi ini merupakan hasil survei yang dilakukan oleh tim dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Selain itu, program ini juga dapat diselaraskan dengan program serupa yang dilaksanakan oleh masing-masing pemerintah kabupaten/ kota,” katanya.
Ant/tya

lowongan kerja
lowongan kerja PT.MATARAM MANDIRI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Ramadan di Kampung

Gagasan ini dimuat Harian Solopos, Kamis (15/6/2017), karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan perkotaan. Solopos.com, SOLO–Ramadan datang membawa ingatan nostalgia atas peristiwa hidup di kampung. Bertahun-tahun lalu warga kampung di Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan, Kota Solo,…