Sabtu, 7 November 2009 20:55 WIB Solo Share :

Tuntutan tak terpenuhi, ratusan buruh makaroni mogok kerja


Solo (Espos)–
Aksi mogok kerja 200 buruh perusahaan penghasil makanan dan bahan makaroni, Dina Makaroni di Mojosongo, Jebres kembali digelar untuk kali kesekian, Sabtu (7/11).

Para pekerja yang kebanyakan dari Karanganyar, Sragen, Klaten dan sekitar Solo tersebut menuntut agar perusahaan mereka memberikan kesejahtaraan yang layak bagi buruh.

Aksi mogok kerja berlangsung tertutup di dalam gedung perusahaan dan tak setiap orang diperbolehkan masuk, termasuk para wartawan.

Aksi mogok kerja sebelumnya juga dilakukan para pekerja beberapa pekan lalu, Kamis (22/10). Dalam aksi tersebut, sejumlah peserta mogok kerja mengungkapkan, selama ini perusahaan selalu mengebiri hak-hak buruh seperti soal upah lembur, izin sakit, hak cuti haid dan hamil, Jamsostek, UMK, status kontrak yang tak jelas, serta hak-hak berserikat. “Persoalan buruh di sini sudah mengakumulasi menjadi setumpuk. Sehingga, para buruh bingung mau ngapain, ya akhirnya mogok kerja saja,” ujar pegiat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1992 yang mendampingi para buruh, Endang di lokasi.

Menurut Endang, aksi buruh kali ini adalah tindak lanjut dari aksi sebelumnya di mana mereka mempertanyakan upah buruh yang jauh di bawah UMK. Selain itu, perusahaan juga tak memberikan hak cuti kepada buruh yang sakit.

asa

lowongan kerja
lowongan kerja guru, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Ramadan di Bumi Pancasila

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/6/2017). Esai ini karya M. Zainal Anwar, dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah zainalanwar@gmail.com Solopos.com, SOLO–Di bawah ideologi Pancasila, menjalani puasa Ramadan di Indonesia menyajikan kemewahan luar…