Sabtu, 7 November 2009 22:30 WIB Internasional Share :

Polisi Iran tahan 100 orang

Teheran– Kepolisian Iran menahan lebih dari 100 orang karena merusak tatanan umum dalam demonstrasi memperingati penguasaan kedutaan besar Amerika Serikat pekan ini.

Pasukan keamanan bentrok dengan para pendukung pemimpin oposisi Iran, Mirhossein Mousavi di Teheran, Rabu, ketika demonstrasi yang diprakarsai negara memperingati 30 tahun serangan terhadap kedutaan AS berubah menjadi rusuh.

“Polisi menangkap 109 orang yang menciptakan kerusuhan dan merusak tatanan umum dan keamanan, di sela-sela demonstrasi Rabu,” kata Azizollah Rajabzadeh, kepala kepolisian Teheran, Sabtu (7/11).

“Sekitar 62 tahanan dijebloskan di penjara dan sisanya dibebaskan,” katanya.

Pasukan Pengawal Revolusi Iran dan milisi Basij sekutunya memperingatkan oposisi agar tidak berusaha membajak demonstrasi menjadi aksi protes terhadap pembentukan kabinet setelah sengketa pemilihan presiden Juni lalu.

Calon-calon presiden yang dikalahkan, Mousavi dan Mehdi Karoubi, yang mengatakan berkomitmen melakukan reformasi, telah menyeru kepada pendukung mereka untuk turun ke jalan Rabu, untuk memprotes pemerintah meskipun sudah mendapat peringatan pasukan keamanan bahwa kumpulan mereka ilegal.

Pasukan keamanan menahan seorang wartawan AFP bersama dengan seorang mahasiswa Denmark dalam kaitan dengan demo tersebut. Dua wartawan asing juga ditahan empat November. Laporan itu tidak bisa dikonfirmasikan secara independen.

Media asing telah dilarang meliput aksi-aksi protes jalanan sejak demonstrasi Juni berkaitan dengan sengketa pemungutan suara dalam pemilihan presiden.

ant/isw

lowongan kerja
lowongan kerja HORIZON, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Bung Karno, Tokoh Zaman yang Langka

Gagasan ini dimuat Harian Solopos Kamis (8/6/2017), ditulis A. Windarto, peneliti di Lembaga Studi Realino Sanata Dharma Yogyakarta. Solopos.com, SOLO–Esai Albertus Rusputranto P.A. berjudul Bung Karno, Lenso, Cha-Cha (Solopos, 2/6/2017) memperlihatkan betapa legendarisnya Presiden pertama Republik Indonesia itu. Pasukan pengawal…