07ahtenane
Sabtu, 7 November 2009 18:27 WIB Ah Tenane Share :

Lho katut

07ahtenaneUntuk mengisi acara malem minggon, Lady Cempluk yang tinggal di daerah Laweyan, Solo, mengajak pacarnya, Jon Koplo, nonton pameran buku di Diamond Convention Center beberapa waktu lalu. Kebetulan malam itu pengunjungnya umpek-umpekan.
Stan-stan penerbit yang berderet-deret itu satu persatu mereka samperi.
Sesekali berhenti sejenak untuk membaca sekilas judul buku yang mereka anggap menarik untuk diobrolkan.
Sudah sekitar lima menit lebih Koplo membuka-buka sebuah buku tentang karikatur, dan dengan sabarnya Cempluk berdiri di sebelahnya sambil melihat-lihat buku lainnya.
Tiba-tiba Cempluk merasa rambunya seperti ketarik dari belakang. Setelah ditoleh, ternyata beberapa helai rambutnya yang panjang itu nyangkut di tas punggung seorang cowok, sebut saja Tom Gembus, yang tadinya berdiri di belakang Cempluk. Karena merasa sakit dan ingin segera melepaskan rambutnya, otomatis Cempluk mengikuti langkah Tom Gembus.
”Mas… Mas…!” panggil Cempluk. Namun karena suasana ramai Tom Gembus tidak begitu nggagas dan terus berjalan pelan-pelan.
Jon Koplo yang melihat sang pacar malah membuntuti cowok lain jadi kaget saknalika.
”Lho! Dik… Dik… Mau ke mana?” teriaknya sehingga mengundang perhatian orang-orang di sekitar situ.
Dengan malu-malu, Cempluk pun menjawab sambil menunjuk-nunjuk ke arah Tom Gembus.
”Ini lho Mas, rambutku nyangkut di tas masnya ini. Tom Gembus yang mendengar penjelasan Cempluk langsung menoleh ke arah tasnya yang sudah nyangkut-nyangkutin rambut orang lain. Seketika ia pun langsung membantu melepas rambut Cempluk yang nyangkut di tasnya itu sambil meminta maaf kepada Cempluk dan Koplo.
Setelah rambut Lady Cempluk terlepas, Lady Cempluk pun segera mengajak Jon Koplo pulang dengan wajah abang ireng karena merasa malu sudah menjadi pusat perhatian para pengunjung di dekatnya. o Kiriman Ima Yunivitasari, Jl KH Samanhudi No 98, Sondakan, Solo 57147

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Hari Pertama Sekolah (Lagi)

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Senin (17/7/2017). Esai ini karya Setyaningsih, seorang esais, pembimbing anak-anak yang belajar menulis, dan peminat tema-tema pendidikan dan kehidupan anak-anak. Alamat e-mail penulis adalah langit_abjad@yahoo.com. Solopos.com, Solo–Mafalda: Manolito, kamu nggak perlu sedih karena sekolah segera…