Jumat, 6 November 2009 17:43 WIB News Share :

Tim 8
Keterangan Susno inkonsisten

Jakarta–Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji dinilai banyak melakukan inkonsistensi saat menjawab pertanyaan Tim 8. Keterangan Susno tidak sama persis dengan yang telah dikatakannya.

“Ada keterangan yang inkonsisten. Karena, ada cerita yang didalami ternyata tidak konsisten,” kata anggota Tim 8 Anis Baswedan, di Gedung Wantimpres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (6/11).

Anies menjelaskan hal-hal yang inkonsisten tersebut misalnya, terkait dana yang diberikan Bos PT Masaro Radiakom Anggoro Widjojo kepada KPK.

Anies mempertanyakan kenapa justru yang dijadikan sebagai tersangka adalah Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah. Padahal, yang melakukan komunikasi langsung dengan para penyuap adalah Ade Raharja.

“Kenapa yang dijadikan tersangka justru pimpinan KPK. Padahal di situ ada Ade Raharja, ada apa ini?” ujar dia.

Anies juga mempertanyakan status Ari Muladi yang menjadi tersangka kasus penggelapan uang Anggoro dan menjadi saksi kasus pemerasan.

“Ada tidak orang di Republik ini yang menjadi saksi dan tersangka dalam waktu bersamaan. Bagaimana Anda bisa bersaksi dengan jujur apabila Anda menjadi tersangka. Inilah yang kita pertanyakan,” kata Anis.
dtc/tya

lowongan kerja
lowongan kerja SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Utang sebagai Investasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (20/7/2017). Esai ini karya Tasroh, aktivis Banyumas Policy Watch dan alumnus Ritsumeikan Asia Pacific University, Jepang. Alamat e-mail penulis adalah tasroh@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat ini utang pemerintah tercatat Rp3.672,33 triliun. Perinciannya adalah status…