Jumat, 6 November 2009 16:41 WIB News Share :

Sahabat Cak Nur bantah kedekatan MS Kaban dengan Chandra

Jakarta–Sahabat karib almarhum Nurcholis Madjid (Cak Nur), Utomo Dananjaya, membantah kedekatan mantan Menteri Kehutanan MS Kaban dan pimpinan nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra M Hamzah.

“MS Kaban dan Chandra adalah generasi yang berbeda. Kaban jauh lebih tua dari Chandra. Mereka juga tidak berteman,” ujar Utomo kepada, Jumat (6/11).

Utomo menjelaskan kemustahilan kedekatan hubungan antara Kaban dan Chandra, misalnya, Kaban adalah alumni dari Universitas Jayabaya dan Chandra berasal dari Universitas Indonesia (UI) dan pernah menjabat sebagai Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI.

“Juga aliran kelompok politiknya sangat jauh. Sangat tidak mungkin apalagi diumumkan oleh Kapolri mereka sangat dekat. Apalagi Chandra bertemu Nadia (putri Cak Nur) di BEM UI sebelum menikah,” jelas pria yang bersama-sama Cak Nur membangun Universitas Paramadina ini.

Utomo juga menilai apa yang disampaikan oleh Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri di Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPR sangat mengada-ada. “Konyol dan tidak ada gunanya,” tegasnya.

Dalam Raker dengan Komisi III DPR, Kamis hingga Jumat dini hari (5-6/11/2099), Kapolri mencurigai KPK tidak menindaklanjuti temuan bukti aliran dana ke mantan Menhut MS Kaban dari PT Masaro Radiokom. Salah satu dugaan Kapolri, karena Wakil Ketua Pimpinan KPK Chandra M Hamzah punya kedekatan dengan MS Kaban. Kedekatan ini terkait keberadaan Cak Nur.

Berdasarkan informasi yang didapatkan detikcom, Kapolri menduga Chandra memiliki utang jasa terhadap Kaban, karena diperkenalkan dengan Nadia Madjid, putri Cak Nur. Lewat Kaban, akhirnya Chandra pun menikahi Nadia pada 1994 silam, meski akhirnya kedua pasangan ini bercerai. Dengan cerita inilah, Kapolri menduga Chandra tidak memproses kasus Kaban itu.

MS Kaban yang dikonfirmasi membantah memiliki kedekatan khusus dengan Chandra M Hamzah. Menurutnya, kedekatannya dengan Chandra hanya karena sama-sama mantan aktivis HMI.
dtc/tya

lowongan kerja
lowongan kerja SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Utang sebagai Investasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (20/7/2017). Esai ini karya Tasroh, aktivis Banyumas Policy Watch dan alumnus Ritsumeikan Asia Pacific University, Jepang. Alamat e-mail penulis adalah tasroh@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat ini utang pemerintah tercatat Rp3.672,33 triliun. Perinciannya adalah status…