Jumat, 6 November 2009 20:15 WIB Sukoharjo Share :

Pola tanam petani akan ditata ulang

Sukoharjo (Espos)–Pola tanam petani yang selama ini memanfaatkan air irigasi Dam Colo bakal ditata ulang. Penataan itu, dilakukan menyusul belum seragamnya pola tanam dan masa tanam yang diterapkan masing-masing petani di beberapa kabupaten.

Kadiv Asa V Perum Jasa Tirta I Korwil Bengawan Solo, Winarno Susiladi mengatakan revolusi atau perubahan pola tanam petani yang memanfaatkan air irigasi Dam Colo perlu dilakukan lantaran selama ini banyak petani yang nekat menanam padi ketika musim kemarau (MK), padahal kondisi itu berbarengan dengan masa penutupan pintu intake bendung Colo. Terlebih, jadwal penutupan bendung Colo setiap awal bulan Oktober saat ini sudah menjadi agenda rutin yang tidak bisa ditawar lagi.

“Saat ini masih banyak petani yang tidak mentaati pola tanam, sehingga ketika saluran irigasi Dam Colo kami tutup tanaman milik petani ada yang baru tanam ada pula yang sudah hampir panen, sehingga kami tidak bisa memastikan kondisi tanaman milik mereka, apakah tercukupi air atau tidak,” katanya ketika dijumpai Espos, belum lama ini.

Dia mengatakan, untuk merealisasikan perubahan penataan ulang pola tanam pihaknya meminta petani bisa diajak berkoordinasi, termasuk rela mengorbankan satu masa tanam untuk menyeragamkan dengan petani yang lain. Menurutnya, tidak seragamnya pola tanam yang diterapkan petani selama ini bisa mengundang gejolak khususnya ketika pintu irigasi Dam Colo ditutup.  

“Kalau di daerah Sragen petani di sana sudah mentaati pola tanam yang telah ditentukan yakni, padi padi palawija serta bisa menyesuaikan ketersediaan air irigasi Dam Colo dengan jadwal penutupan sehingga tidak masalah, kami harapkan daerah yang lain juga mengikuti,” katanya.  
ufi

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Membumikan Politik Profetik

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Senin (17/7/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id.  Solopos.com, SOLO–Saya tidak bermaksud berutopia bila dalam esai ini mewacanakan kembali politik profetik. Dalam ranah wacana, politik profetik…