Jumat, 6 November 2009 22:18 WIB Karanganyar Share :

Pengisian jabatan struktural diminta sesuai standar kompetensi

Karanganyar (Espos)–DPRD Karanganyar meminta Bupati untuk tidak terlalu lama membiarkan jabatan eselon II yang ditinggal pensiun penjabatnya kosong terlalu lama.

Sementara dalam pengisian jabatan tersebut, Bupati diharapkan bisa menghindarkan diri dari subyektivitas serta lebih mengutamakan kapabilitas dan kompetensi dari calon pengisi jabatan tersebut.

“Secara obyektif, untuk jabatan eselon II khususnya yang telah ditinggal pensiun, jangan terlalu lama dibiarkan kosong. Harus segera dipilih penggantinya. Namun, jangan mengandalkan like and dislike atau subyektivitas semata. Sementara, kenyataannya banyak pejabat yang kapabel, prestasinya bagus, tapi tidak pernah dapat kesempatan untuk menempati jabatan struktural sesuai kompetensinya. Ini harus jadi masukan,” kata Wakil Ketua DPRD Karanganyar, Juliyatmono, kepada <I>Espos<I>, Jumat (6/11).

Jika kondisi seperti itu terus terjadi, dikhawatirkan justru akan merusak sistem birokrasi yang sebenarnya sudah berjalan, menjadi tidak nyaman. Pada akhirnya, semua itu hanya akan mengorbankan pelayanan kepada masyarakat.

“Misalkan, pejabat dipilih untuk mengisi pos jabatan tertentu. Tapi, dia tidak kompeten di bidang tersebut. Tentu pejabat yang bersangkutan butuh waktu untuk beradaptasi, mempelajari bidang tersebut, Tupoksinya bagaimana. Hal itu tidak bisa sistematis sesuai karir mereka. Mereka hanya akan kehabisan waktu untuk belajar, sementara pelayanan terhadap masyarakat harus jalan terus,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, sejumlah pos jabatan kepala dinas/badan di lingkungan Pemkab Karanganyar yang saat ini masih kosong pascaditinggal pensiun penjabatnya. Tercatat empat kursi pejabat eselon II yang sampai sekarang masih dibiarkan kosong, yakni untuk pos jabatan kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3A dan KB), kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo), serta serta jabatan kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) yang ditinggal pensiun S Wijaya Putra per 1 November.
dsp

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…