Jumat, 6 November 2009 02:31 WIB Solo Share :

Pendaftaran calon walikota & Wawali masih kosong

Solo (Espos)–Tim penjaringan calon walikota dan wakil walikota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengajukan permohonan perpanjangan masa pendaftaran ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Surat permohonan perpanjangan itu rencananya akan diajukan hari ini, Jumat (6/11), ke DPP PDIP. Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM DPC PDIP, Windu Winarso, yang menangani pendaftaran dan penjaringan ini menuturkan permohonan perpanjangan itu diajukan karena hingga Kamis (5/11) siang, belum ada calon yang mendaftarkan diri. DPC PDIP sendiri menjadwalkan masa pendaftaran berakhir pada 7 November 2009.
“Rencananya hari ini surat permohonan perpanjangan pendaftaran akan kami kirim ke DPP PDIP. Dan kami berharap hari Senin (9/11) sudah ada balasannya. Bisa melalui telepon atau faximile,” terang Windu ketika dikonfirmasi Espos, Kamis (5/11).

Selain surat permohonan perpanjangan masa pendaftaran, PDIP juga memberikan laporan kondisi selama masa pendaftaran. Mengingat pelaksanaan Pilkada semakin dekat, Windu berharap balasan dari DPP bisa secepatnya diterima. Sehingga bisa menentukan langkah selanjutnya.

Disinggung mengenai kemungkinan adanya penunjukan calon walikota dan wakil walikota secara langsung dari DPP, Windu mengatakan hal itu bisa saja terjadi.
“Kami akan menunggu keputusan dari DPP soal penjaringan calon walikota dan wakil walikota. Apakah masa pendaftarannya akan diperpanjang atau bagaimana. Termasuk soal sampai berapa lama perpanjangan masa pendaftaran itu akan dibuka. Kami hanya bisa menunggu,” papar Windu.

Sementara, fungsionaris DPC PDIP yang juga Ketua DPRD Solo, YF Sukasno mengatakan komunikasi politik dengan partai lain telah dibangun secara informal. Beberapa partai juga disebutkan ada yang memang sepaham dengan PDIP dan menaruh perhatian terhadap kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi)-Hadi Rudyatmo. Namun ia belum bersedia menyebutkan nama-nama partai politik yang telah diajak berkomunikasi dan sepaham itu.

Ketika disinggung apakah lobi politik yang terjadi pada saat pemilihan pimpinan komisi akan berlanjut di Pilkada 2010, Sukasno enggan berkomentar lebih jauh. Ia mengatakan lobi yang terjadi saat pembentukan alat kelengkapan Dewan itu adalah komunikasi politik antarfraksi.

Sementara LSM Incide Solo menyebutkan akan muncul sedikitnya empat pasangan calon dalam Pilkada 2010. Direktur Incide, Nafi’ A Muhammad, kepada Espos, mengatakan pihaknya menganalisis kemungkinan munculnya empat pasangan calon, yaitu Joko Widodo-Hadi Rudyatmo (PDIP), Achmad Purnomo-M Rodhi/Fajri, PB XIII Tedjowulan-Ulin Niam (independen). Satu pasangan lagi, untuk posisi calon walikota belum diketahui sedangkan pasangannya adalah KP Edi Wirabumi atau Supriyanto (PD). Calon walikota pasangan terakhir ini, menurut Nafi’ merupakan tokoh pilihan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Nafi’ menilai bila keempat pasangan calon itu muncul, maka persaingan ketat akan terjadi antara pasangan Joko Widodo-Hadi Rudyatmo dan Achmad Purnomo-M Rodhi/Fajri. “Alasannya, kedua tokoh yaitu Jokowi (Joko Widodo) dan Purnomo adalah tokoh lokal yang sudah dikenal masyarakat Solo. Dan keduanya sudah pernah bersaing dalam Pilkada 2005. Jokowi dikenal sebagai figur personal dengan kinerja dan citra baiknya. Sedangkan Purnomo dikenal di kalangan umat Islam, meskipun belum punya pengalaman dalam birokrasi,” papar Nafi’.

iik

lowongan pekerjaan
Bengkel Bubut, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…