Jumat, 6 November 2009 16:50 WIB Klaten Share :

Kekeringan, 339 hektare tanaman padi terancam mati

Klaten (Espos)–Sebanyak 339 hektare tanaman padi di Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten terancam mati di awal  musim tanam lantaran lahan mengalami kekeringan menyusul tidak adanya curah hujan di kawasan tersebut.

Koordinator Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kecamatan Cawas, Ir Jono saat dihubungi Espos mengatakan, sebanyak 339 hektare lahan pertanian itu berada di Desa Burikan sebanyak 98 hektar, Desa Karangasem sebanyak 150 hektar, Nanggulang sebanyak 40 hektare, dan Kedungampel sebanyak 45 hektare. Dikatakannya, sebanyak 339 hektare lahan pertanian itu hanya mengandalkan curah hujan sebagai sumber utama pengairan. Padahal, dalam beberapa hari terakhir hujan tidak juga turun.

“Pertumbuhan tanaman padi sangat bergantung dengan adanya curah hujan. Jadi, jika hujan tidak turun ya tanaman itu terancam kekeringan,” tutur Jono.

Sementara itu, Koordinator PPL Desa Burikan dan Karangasem, Slamet Mulyono mengatakan, sebenarnya pihaknya sudah mengimbau kepada petani agar menunda masa tanam hingga akhir November sesuai dengan petunjuk Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG).

Kendati demikian, para petani tidak mengindahkan imbauan itu dan tetap menanam benih padi di lahan mereka. Dikatakannya, para petani memilih mempercepat masa tanamnya lantaran pada akhir Oktober lalu hujan mengguyur selama tiga hari berturut-turut.
m82

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…