Kamis, 5 November 2009 11:12 WIB News Share :

Tak serius tangani kasus bayi hilang, Direktur RS resmi dilaporkan ke polisi


Semarang–
Orang tua bayi yang kehilangan bayinya di RSUD Semarang, M Yahron dan Dwi Setyowati akhirnya resmi melaporkan Direktur RS setempat Niken Widyah Hastuti ke Polisi. Mereka mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari rumah sakit.

“Sejauh ini, pihak RS tampak tak serius menangani penculikan anak klien kami,” kata kuasa hukum orang tua bayi, Suwondo di Polwiltabes Semarang, Jl Dr Sutomo, Rabu (4/11).

Niken yang merupakan penanggung jawab RS dituduh melanggar pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan. Pengacara dari Kongres Advokat Indonesia (KAI), mengatakan, selama ini, Niken menyebut penculikan bayi itu sebagai musibah. Padahal kejadian itu tak terlepas dari longgarnya pengawasan di RS.

“Kami berharap polisi segera menindaklanjuti laporan ini. Setelah itu, kami akan menggugat secara perdata,” jelasnya.

Anak pasangan Yahron dan Dwi, yang baru berumur dua hari diculik di RSUD Semarang, 22 Oktober lalu. Saat ini, polisi belum menemukan jejak sang pelaku yang diidentifikasi sebagai perempuan berumur 30-an tahun itu.

dtc/isw

lowongan kerja
lowongan kerja HORIZON, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Bung Karno dan Kebudayaan Nasional

Gagasan ini karya Hendra Kurniawan, dosen Pendidikan Sejarah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Esai ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (6/6/2017). Alamat e-mail penulis adalah hendrayang7@gmail.com Solopos.com, SOLO¬†— Esai Albertus Rusputranto P.A. bertajuk Bung Karno, Lenso, Cha Cha di Harian…