Kamis, 5 November 2009 23:45 WIB Solo Share :

Seratusan hunian masih berdiri di bantaran Kali Gajah Putih


Solo (Espos)–
Proyek revitalisasi kali Gajah Putih di Manahan masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah (PR) panjang. Setelah berhasil membersihkan sebanyak 60-an hunian liar di bantaran kali tersebut, di lokasi yang tak berjarak jauh ternyata masih ada 150-an hunian liar yang belum tersentuh program revitalisasi kali Gajah Putih itu.

Salah satu warga bantaran kali Gajah Putih, Supardi menjelaskan, sebanyak 150-an warga di bantaran tersebut memang masih liar alias belum mengantongi sertifikat kepemilikan tanah. Pihaknya mengaku sudah pernah mengajukan penyertifikatan tanah ke BPN sejak tahun 2000-an silam. Namun, usaha mereka berujung sia-sia lantaran BPN tak mengizinkannya. Terkait revitalisasi kali Gajah Putih yang tengah berlangsung kini, Supardi mengaku cemas juga jika harus menggusur hunian mereka. Meski demikian, diakuinya belum ada sosialisasi terkait rencana pembersihan hunian di bantaran tersebut.

“Kami sadar ini bukan tanah kami. Jadi, seandainya kami diminta pergi ya kami manut saja meski kami tak tahu bakal cari tempat tinggal di mana lagi,” terangnya ketika ditemui <I>Espos<I> di bantaran, Kamis (5/11).

Supardi menuturkan, pada tahun 2008 silam ketika banjir merendam Solo, hunian di bantaran tersebut juga mengalami nasib serupa meski tak separah di bantaran Bengawan Solo. Menurutnya, air kali Gajah Putih meluap lantaran mendapatkan kiriman dari Kali Anyar yang volume airnya membludak hingga masuk ke Kali Gajah Putih.

Sementara itu, dari pantauan <I>Espos<I> di lokasi, hunian yang berdiri di bantaran tersebut ada yang dipakai untuk usaha ada pula yang sekedar empat tinggal. Bahkan, kini malah telah didirikan dua tempat ibadah, gereja dan masjid. Kasubdin Drainase Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Budi Santoso menjelaskan, proyek revitalisasi kali Gajah Putih tersebut memang direncanakan hingga menembus Kali Anyar dan bakal membersihkan hunian di sepanjang bantaran.

Meski demikian, lantaran terbatasnya dana yang dimilik Pemkot, maka revitalisasi dilakukan secara bertahap. “Saat ini baru bisa membersihkan 60-an hunian dan membangunkan talut di kali Gajah Putih. Sisanya sepanjang 400-an meter yang menembus hingga Kali Anyar masih menanti APBD 2010 nanti,” terangnya.

Diakui Budi, salah satu faktor yang membuat revitalisasi berjalan alot ialah lantaran terdapatnya hunian di bantaran. Hal itu lantas berimbas pada proses pemberian ongkos ganti rugi atau bongkar bangunan yang juga berjalan alot untuk menemukan titik temunya. “Akibatnya, dana juga harus membengkak karena harus menyediakan dana ganti bongkar,” terangnya.

asa

lowongan kerja
lowongan kerja GRAINS & DOUGH RESTAURANT, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Masuk SMK Dapat BMW

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (10/6/2017). Esai ini karya Sriyanto Danoesiswoyo, guru di SMKN 3 Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah sriyanto_ds@yahoo.co.id Solopos.com, SOLO — Tahun pelajaran 2016/ 2017 segera berakhir dan penerimaan peserta didik baru (PPDB) dengan sistem…