Kamis, 5 November 2009 23:19 WIB Karanganyar Share :

Puskesmas Jumapolo usulkan pengembangan

Jumapolo (Espos)–Puskesmas Jumapolo mengusulkan dilakukannya pengembangan Puskesmas setempat yang selama tiga tahun terakhir memberikan pelayanan rawat inap. Hal itu menyusul ketersediaan ruang rawat inap yang dinilai kurang memadai.

Kepala Puskesmas Jumapolo, drg Joko Wibowo, dalam penjelasannya kepada Espos menyebutkan saat ini di Puskesmasnya hanya ada dua buah ruang perawatan. Kondisi tersebut, kata dia, mengakibatkan pelayanan kepada pasien seringkali menjadi kurang optimal, terlebih ketika ada pasien anak-anak yang perawatannya harus dipisahkan dari pasien dewasa.

“Selama ini kalau ada pasien anak penempatannya di ruang KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) meskipun sebenarnya hanya untuk difungsikan siang hari. Soalnya kasihan kalau harus dicampur, bisa berisiko,” ujarnya, Kamis (5/11).

Dikemukakan, di tiap ruang perawatan tersedia lima buah tempat tidur, sehingga secara keseluruhan Puskesmas Jumapolo memiliki sebanyak 10 bed.
Joko Wibowo memaparkan, penggunaan KIA untuk ruang perawatan anak sebenarnya tidak terlalu menimbulkan permasalahan. Namun karena keberadaanya yang hanya mencukupi untuk satu orang, ketika ada pasien anak lain yang bersangkutan harus dirujuk ke rumah sakit. Hal itu lah, ujar dia, yang kemudian mendorong pihak Puskemas untuk mengusulkan pengembangan.

“Kami berharap nantinya minimal ada buah empat ruang. Jadi selain pasien tidak menumpuk menjadi satu, pasien anak juga punya ruang tersendiri dan tidak dirawat di KIA,” imbuhnya.

try

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…