Kamis, 5 November 2009 15:47 WIB Internasional Share :

Lagi, kelompok garis keras ledakkan sekolah putri di Pakistan

Pakistan– Kelompok garis keras meledakkan satu sekolah putri di distrik Khyber Pakistan Kamis (5/11). serangan tersebut merupakan kedua di wilayah yang tak patuh kepada hukum di perbatasan Afghanistan dalam empat hari terakhir.

“Kelompok tersebut menggunakan bahan peledak seberat 25-30 kilogram untuk meledakkan gedung sekolah berlantai dua di luar kota Bara,” kata pejabat pemerintah Farooq Khan.

Khan mengatakan, sekolah yang terdiri 26 ruang itu termasuk satu laboratorium sains ledakan menghancurkan total delapan ruang sekolah itu.

Pejabat senior pemerintah lainnya, Shafeer Ullah, membenarkan adanya insiden itu. Serangan baru tersebut terjadi empat hari setelah bom kembar menghancurkan seluruh 18 kelas sekolah lanjutan putri pemerintah, di desa Kari Gar di Khyber yang melukai empat orang di beberapa rumah tak jauh dari sekolah.

Kelompok garis keras telah merusak ratusan gedung sekolah, sebagian besar sekolah putri, di wilayah barat laut negara itu selama beberapa tahun terakhir. Hampir 200 sekolah telah dirusak di lembah Swat saja, selama dua tahun pemebrontakan Taliban untuk memperjuangkan tegaknya hukum syariah di distrik itu, yang pernah menjadi tempat favorit para turis Barat untuk bermain ski dan mereguk udara pegunungan.

Setelah serangan serupa di Swat pada musim panas ini, Pakistan telah berjuang untuk menumpas gerakan garis keras yang makin berkembang di Khyber, dan melakukan serangan besar yang dirancang untuk menghancurkan tempat persembunyian Taliban di Waziristan Selatan.

Pemerintah bulan lalu menutup sejumlah sekolah di seluruh Pakistan setelah terjadinya serangan bunuh diri di satu kampus universitas di Islamabad. Sebagian besar dari sekolah-sekolah itu telah dibuka kembali.

ant/isw

lowongan kerja
lowongan kerja Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Etika dan Hukum di Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/6/2017), Agus Riewanto, pengajar Fakultas Hukum UNS Solopos.com, SOLO–Baru saja kita melihat fenomena tindakan persekusi, yakni tindakan pemburuan secara sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga kemudian disakiti atau diintimidasi dan dianiaya karena mengekspresikan…