Kamis, 5 November 2009 19:55 WIB Solo Share :

Hanya sedikit pedagang hadiri sosialisasi relokasi PKL

Solo (Espos)–Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) Jl Ki Hajar Dewantara di bagian belakang Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) diketahui tidak memenuhi panggilan sosialisasi membahas pemanfaatan bangunan baru di belakang Kantor Kecamatan Jebres, Kamis (5/11).

Berdasar keterangan yang dihimpun Espos, pertemuan yang dilakukan di Aula Kecamatan Jebres pukul sekitar 09.00 WIB itu hanya diikuti 30-an pedagang. Padahal jumlah pedagang yang sebenarnya menjadi sasaran sosialisasi mencapai 94 orang. Para pedagang ini sebelumnya telah mendapat jatah kios di bangunan I, belakang kecamatan.

Namun dikarenakan tidak kunjung menggeliat, 94 pedagang ini memilih kabur atau tidak mengoperasikan kios mereka. Selanjutnya, 94 pedagang ini diduga kuat kembali atau mendirikan kios baru di tepi Jl Ki Hajar Dewantara tepatnya di sisi selatan atau menempel di tembok Kampus UNS Solo. Kabid Pedagang Kaki Lima (PKL) DPP, Yusroni, saat ditemui Espos di sela-sela kegiatan mengungkapkan, dari 30 pedagang yang hadir sosialisasi, baru 13 orang yang telah mengoperasikan kios di bangunan I.

Mendasarkan pada sedikitnya jumlah pedagang bangunan I yang hadir sosialisasi, Yusroni berencana memanggil kembali para pedagang tersebut. “Kami akan lakukan pemanggilan kembali dalam waktu dekat ini. Setelah itu baru pencabutan Surat Hak Penempatan (SHP) bagi pedagang yang tak hadir akan kami lakukan,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pengelola Pasar (DPP) Solo, Subagiyo mengatakan, sedikitnya jumlah pedagang yang mengikuti sosialisasi dikarenakan tak semua sasaran berhasil dikontak. Menurut dia, sebelumnya petugas DPP hanya mampu menyampaikan undangan kepada 40-an orang dari 94 pedagang sasaran.

kur

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kids Zaman Now Membaca Media Cetak?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (12/2/2018) dan Harian Bisnis Indonesia edisi Sabtu (10/2/2018). Esai ini karya Lahyanto Nadie, pengampu Manajemen Media Massa di Kwik Kian Gie School of Business dan pengurus Yayasan Lembaga Pers dr. Soetomo Jakarta. Solopos.com,…