Kamis, 5 November 2009 22:38 WIB Boyolali Share :

GP3A Cengklik minta keramba ditertibkan

Boyolali (Espos)–Pengurus Gabungan Petani Pengelola dan Pemakai Air (GP3A) Daerah Irigasi Cengklik Tri Mandiri Sejahtera, Kecamatan Ngemplak, mendesak BPSDA Surakarta segera menertibkan keramba di Waduk Cengklik.

Petani menilai keberadaan ratusan keramba sebagai biang sedimentasi. Akibat sedimentasi ini, daya tampung waduk buatan Pemerintah Belanda berkurang drastis. Kondisi ini berpengaruh negatif terhadap aktivitas pertanian di belasan desa dari Kecamatan Ngemplak dan Nogosari. Setiap memasuki kemarau panjang, ratusan hektare di dua kecamatan itu kesulitan mendapatkan air.

Ketua GP3A Tri Mandiri Sejahtera, Samidi mengatakan, berkurangnya daya tampung di Waduk Cengklik disebabkan sedimentasi akut. Sedimentasi terjadi disebabkan banyaknya keramba di waduk yang dibangun tahun 1928 itu. “Ratusan keramba menyebabkan daya tampung air waduk merosot drastis,” katanya, Kamis (5/11).

Menurut Samidi, pada tahun 70-an, volume air di Waduk Cengklik masih mencapai 17 juta meter kubik. Saat ini merosot menjadi 10 juta meter kubik. Menghadapi kondisi ini, Samidi mewakili petani mendesak pihak terkait segera turun tangan menertibkan ratusan keramba yang dinilai sebagai biang sedimentasi.
Selain itu, petani juga meminta Dinas Pekerjaan Umum Perhubungan Pertambangan dan Kebersihan (DPUPPK), membenahi saluran irigasi yang mendapat aliran dari Waduk Cengklik.

Sementara Ketua Mina Sejahtera Desa Ngargorejo, Rohmad mengaku tak keberatan jika pemerintah dan pihak terkait akan menertibkan keramba di Waduk Cengklik. Namun demikian, ia mengusulkan penertiban hanya dikhususkan bagi keramba yang dimiliki pemodal dari luar daerah. “Keberadaan keramba justru banyak dimiliki pemodal dari luar daerah,” katanya.

Sementara keramba milik petani ikan dari desa sekitar waduk, Rohmad mengharap dipertahankan. Mengingat budi daya ikan nila merah di keramba merupakan mata pencaharian utama warga sekitar waduk.
Agar keramba di waduk tidak bertambah, Rohmad meminta pihak terkait berani tegas membatasi. Sebelumnya, Ketua DPUPPK, Djoko Sujono mengatakan, keberadaan ratusan keramba di Waduk Cengklik bersifat ilegal. Pihaknya siap menertibkan keramba-keramba yang berada di waduk seluas 306 hektare tersebut.

dwa

lowongan kerja
lowongan kerja SD IST AL ALBANI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Ketahanan Psikologis Mencegah Pelajar Bunuh Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/6/2017). Esai ini ditulis Ahmad Saifuddin, dosen di Institut Agama Islam Negeri Surakarta dan Sekretaris Lakpesdam PCNU Kabupaten Klaten. Alamat e-mail penulis adalah ahmad_saifuddin48@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Pada Sabtu (3/6/2017) saya terkejut ketika membaca Harian…