Kamis, 5 November 2009 11:22 WIB Haji,Internasional Share :

Calhaj Indonesia jadi korban penipuan

Jakarta–Tindakan kriminalitas mulai melanda jamaah calon haji (Calhaj) Indonesia terutama yang berusia lanjut di Tanah Suci.

Umumnya para jamaah tersebut menjadi korban penipuan dan perampasan. Parahnya, aksi penipuan dan perampasan dilakukan oleh mukimin. Demikian disampaikan Ketua Sektor Khusus Jamaah Sesat Jalan PPIH Daker Makkah, Ali Saifudin di depan Gerbang Babu Salam Masjidil Haram, Makkah, Rabu (4/11).

Pelaku biasanya menawarkan jasa untuk menolong jamaah yang akan melakukan Tawaf, Sai dan mencium Hajar Aswad.

salah satu Calhaj, Saisah Tamiami Adnan binti Tjarsa, 70, asal Pekalongan, Jawa Tengah mengaku lemas ketika uangnya hilang. Ia pun melaporkan uangnya yang hilang sebesar 1.400 Riyal Saudi atau Rp 3,5 Juta.

Awalnya, Saisah menuturkan dirinya diberikan jasa mengantar ke tempat wudhu. Mulanya ia ragu, tapi terus diyakinkan orang itu, akhirnya Saisah menurut juga.

Begitu sampai eskalator, orang tak dikenal itu, lanjut Saisah, tidak boleh membawa tasnya ke dalam tempat wudhu. Saisah lalu disuruh jalan, namun tak beberapa lama dia menengok ke belakang orang itu sudah kabur.
Saisah pun panik dan lapor polisi setempat di Masjidil Haram, yang kemudian dibawa ke petugas Sektor Khusus Jamaah Sesat Jalan.

Juwan Parta bin Parta juga mengalami hal yang sama. Seusai tawaf, Juwan terpisah dari rombongannya saat akan melakukan sa’i. Dia langsung didatangi dua laki-laki yang berbahasa Indonesia dan menawarkan bantuan.

Saat ditanya ini itu soal indentitasnya, Juwan kemudian membuka tas paspornya mencari-cari identitas yang dimaksud. Saat itulah pelaku merampas uang yang terdapat dalam tas Juwan sebesar 630 Riyal Saudi atau Rp 1,6 juta dan uang rupiah senilai Rp 2,5 juta.

Korban perampasan lainya menimpa, Junarto jamaah dari Kloter 4 Banten. Ia dikerjai calo Hajar Aswad. Calo tersebut membujuknya untuk membantunya mencium batu hitam dipojokan Ka’bah itu. Junarto pun meminta imbalan sebesar 4.000 Riyal Saudi atau Rp 10 juta. Karena mengaku tidak memiliki uang, si calo pun memaksa agar dirinya membayar dengan uang seadanya.

Ketika sedang merogoh kantongnya itu, para calo itu langsung merampas uang senilai 100 Riyal Saudi.

Sementara itu, beda lagi tindakan kriminal yang dialami Lulu Nurhayati, jemaah asal Kloter 3 Surabaya. Ia mengalami pelecehan seksual pada Selasa (3/11) malam saat melakukan ibadah umroh.

“Saat korban tengah sa’i, bokongnya dipegang oleh laki-laki Arab, korban sudah berusaha bergeser menghindar namun pelaku nekad mengulang perbuatannya,” ungkap Ali lagi.

Korban kemudian berteriak memanggil suaminya yang berada di barisan depan. Setelah sempat bersitegang, akhirnya pelaku diringkus petugas keamanan Arab Saudi yang tengah bertugas di lokasi kejadian.

dtc/isw

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…