Rabu, 4 November 2009 11:51 WIB News Share :

Tolak eksplorasi Migas, warga Sumenep datangi Gedung Dewan

Sumenep– Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Sumber Daya Alam (AMP SDA) menggelar aksi menolak aktivitas eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) di Desa Larangan Perreng, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Rabu (4/11).

Mereka menggelar aksi di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep. “Kami tidak ingin kasus lumpur Lapindo di Sidoarjo maupun semburan lumpur di Sampang terjadi di Sumenep,” kata Koordinator Aksi AMP SDA, Miftahudin Hasan.

Ia mengatakan, eksplorasi migas di Desa Larangan Perreng dilakukan oleh SPE Petroleum. Hingga sekarang bahkan warga tidak pernah dilibatkan dalam proses sosialiasi kegiatan eksplorasi oleh SPE Petroleum.

Oleh karena itu, Miftahudin mendesak anggota DPRD turun tangan untuk mengawasi aktivitas yang dilakukan SPE Petroleum, terkait eksplorasi migas di Desa Larangan Perreng. “Kami berharap anggota DPRD melakukan langkah taktis untuk memastikan upaya eksplorasi migas ini tidak mengakibatkan kesengsaraan pada warga,” kata Miftahudin.

Setelah melalui negosiasi dengan staf Sekretariat DPRD Sumenep, lima perwakilan AMP SDA diperkenankan menemui anggota Komisi B DPRD.

ant/isw

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Defisit, Utang, dan Pertumbuhan

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Kamis (13/7/2017). Esai ini karya Muhammad Husein Heikal, peneliti di Economic Action (EconAct) Indonesia. Alamat e-mail penulis adalah huseinheikal@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Defisit anggaran diperlebar, utang luar negeri ditambah, maka pertumbuhan ekonomi akan terdongkrak. Begitulah yang bisa…