Rabu, 4 November 2009 11:58 WIB News Share :

Pencatut nama SBY diduga bandar narkoba

JAKARTA–Pencatut nama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam rekaman KPK diduga bandar narkoba yang ditangkap di Surabaya beberapa tahun silam.

Perempuan yang diduga sebagai Ong Yuliana Gunawan, yang suaranya muncul dalam rekaman penyadapan oleh KPK dan diperdengarkan di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa (3/11), berprofesi sebagai ahli pijat saraf.

Kuasa hukum Anggodo, Bonaran Situmeang, mengaku tidak tahu-menahu soal identitas perempuan tersebut. “Saya enggak kenal perempuan itu,” ujarnya.

Saat disinggung apakah Lien itu istri Anggodo atau selingkuhannya? Bonaran tidak secara tegas menjawabnya. Namun, menurut dia, Anggodo sudah memiliki istri, anak, bahkan cucu.

Dalam pembicaraan pada rekaman tersebut, Lien begitu akrab dengan Anggodo. Beberapa kali dia menyebut Anggodo dengan panggilan “yang”, kemungkinan besar kependekan dari kata “sayang”.

Lien mengatakan kepada Anggodo bahwa SBY mendukung Abdul Hakim Ritonga. “Pokoke saiki (pokoknya sekarang) Pak SBY mendukung. SBY itu mendukung Ritonga lho (diduga Abdul Hakim Ritonga, Wakil Jaksa Agung),” ujarnya.

Anggodo Widjojo adalah adik buronan KPK, Anggoro Widjojo. Anggodo-lah yang melobi sejumlah pejabat Kejagung untuk membantu Anggoro yang tersandung kasus korupsi PT Masaro Radiokom yang tengah ditangani KPK. Anggodo memberikan uang kepada Ari Muladi untuk diberikan kepada oknum di KPK. Namun, uang itu entah ke mana karena Ari mengaku tidak memberikan langsung kepada pimpinan KPK.

Pembicaraan Lien dengan Anggodo terjadi pada 6 Agustus 2009 saat Ritonga masih menjabat Jaksa Agung Muda Pidana Umum. Ritonga kemudian dilantik menjadi Wakil Jaksa Agung pada 12 Agustus 2009.

Saat diwawancara TV One, semalam, Anggodo yang awalnya mengaku tidak mengenal Ong Yuliana akhirnya mengakui Ong sebagai ahli pijat saraf. Saat ini, kata Anggodo, Ong Yuliana tengah berada di Brunei. Tidak dijelaskan untuk kepentingan apa Ong ke Brunei.

Kcm/isw

lowongan pekerjaan
SUNAN TOUR AND TRAVEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…