Rabu, 4 November 2009 12:33 WIB News Share :

Krisis listrik di Riau kian kritis

Pekanbaru– Krisis listrik di Riau dinilai sudah dalam tahap kritis, bahkan diperkirakan pada hari-hari mendatang bertambah kritis lagi.

Hal ini disebabkan pasokan listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PT PLN) di wilayah Sumbagteng mengalami gangguan. “Pasokan dari Sumatera Bagian Tengah (Sumbagteng) ini terganggu mulai tadi malam, akibat transmisi mereka bermasalah. Riau akan merasakan akibatnya dengan makin berkurangnya daya dan mau tak mau pemadaman akan bertambah waktunya,” kata General Manager PLN Wlayah Riau-Kepulauan Riau, Robert Aritonang saat dihubungi, Rabu (4/11).

Menurut Robert, saat ini terjadi ganguan transmisi jaringan dengan kapasitas 150 KV di Sumbagteng dan kejadiannya pada pukul 20.50 WIB tadi malam, yang mengakibatkan gangguan di PLTU Ombilin, PLTA Koto Panjang, PLTG Teluk Lembu dan PLTA Singkarak.   “Ini akan menyebabkan pemadaman lebih meluas di Riau,” katanya.

Robert mengatakan atas kejadian ini pihak PLN akan melakukan perbaikan pemulihan secepat mungkin. Sehingga permasalahan pasokan listrik bisa cepat teratasi, meski pemadaman bergilir di Riau tidak bisa dihindari dan waktunya akan lebih panjang.

Namun separah apa gangguan dan berapa jam dalam satu hari pemadaman bergilir di Riau, pihaknya masih menunggu konfirmasi dari kantor Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (P3B) yang berpusat di Padang.

Sedangkan soal perbaikan dari kondisi bermasalahnya transmisi di Sumbatel ini,menurut Robert sepenuhnya menjadi tanggungjawab pihak P3B, karena itu PLN wilayah Riau dan Kepulauan Riau hanya bisa menunggu sampai perbaikan selesai. Padahal baru Selasa siang PT PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau menyampaikan kepada media massa bahwa sampai akhir bulan November 2009, durasi pemadaman ditekan hingga tiga jam setiap hari, dari sebelumnya 6 hingga 9 jam dalam satu hari. Hal ini diungkapkan Manajer Sumber Daya Manusia (SDM) PT PLN WRKR, Suwandi Siregar.

“Kalau tidak padam sama sekali tidak mungkin untuk kondisi sekarang. Karena kita masih mengalami kekurangan pasokan daya listrik dari sistem interkoneksi. Tapi sampai akhir November, pemadaman bisa kita minimalisir lagi,” ujarnya.

Ia menargetkan pemadaman akan ditekan menjadi tiga jam setiap hari dan jumlah ini dinilai paling maksimal. Kondisi ini juga akibat membaiknya pasokan listrik dari beberapa pembangkit di Sumatera seperti di pembangkit di Tarahan, sehingga sistem interkoneksi dengan penambahan itu bisa dialirkan ke Riau.

ant/isw

lowongan kerja
lowongan kerja Timbul Jaya Motors, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Etika dan Hukum di Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/6/2017), Agus Riewanto, pengajar Fakultas Hukum UNS Solopos.com, SOLO–Baru saja kita melihat fenomena tindakan persekusi, yakni tindakan pemburuan secara sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga kemudian disakiti atau diintimidasi dan dianiaya karena mengekspresikan…