Rabu, 4 November 2009 22:35 WIB Wonogiri Share :

Hakim tolak eksepsi penasehat hukum Lakgiyatmo


Wonogiri (Espos)-
-Majelis hakim menolak eksepsi penasehat hukum terdakwa kasus dugaan korupsi dana Persiwi Wonogiri, Lakgiyatmo dan meminta jaksa memanggil saksi-saksi dalam persidangan lanjutan.
Penolakan majelis dikarenakan eksepsi penasehat hukum Ketua Harian Persiwi, yang menyebutkan dakwaan jaksa prematur sudah masuk pokok perkara. Sementara untuk eksepsi yang menyebutkan dakwaan jaksa tidak cermat, dikatakan oleh ketua majelis hakim Thomas Tarigan, di dalam dakwaan telah cermat karena dalam dakwaan juga disebutkan waktu kejadian berlangsung.

“Atas pertimbangan itu, tidak ada alasan dan tidak dapat diterima,” ujar Thomas saat membacakan putusan sela. Pembacaan putusan sela dilakukan oleh hakim ketua, Thomas Tarigan didampingi hakim anggota St Batubara dan R Agung Aribowo di hadapan jaksa Siti Junaedah dan Unun serta penasehat hukum Lakgiyatmo, Anis dan M Saefudin, Rabu (4/11).

Lebih lanjut Thomas mengatakan, majelis hakim menolak seluruh eksepsi dan menyatakan tidak diterima. Atas putusan itu M Saefudin menyatakan menolak putusan dan banding.

“Kami menolak putusan sela ini dan mohon putusannya disatukan pada pokok perkara,” ujar M Saefudin.

Atas putusan itu, hakim ketua Thomas Tarigan mengatakan, apa yang disampaikan oleh penasehat hukum biar dicatat pada akta putusan sela dan berkas akan dikirim ke Pengadilan Tinggi (PT) bersama pokok perkara. Majelis hakim dalam pertimbangannya mengatakan soal pernyataan dakwaan prematur karena tidak ada pemeriksaan dari badan pemeriksa keuangan (BPK), sudah masuk dalam pokok perkata.

tus

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pendidikan yang Memerdekakan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (21/8/2017). Esai ini karya Mohamad Ali, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta dan pengasuh Perguruan Muhammadiyah Kota Barat, Solo. Alamat e-mail penulis adalah ma122@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO–Memasuki umur 72 tahun kemerdekaan…