Rabu, 4 November 2009 11:01 WIB Haji,Internasional Share :

Calhaj Indonesia meninggal di Tanah Suci ada 8 orang

Makkah–Jumlah jamaah calon haji (Calhaj) Indonesia yang meninggal dunia di Tanah Suci terus bertambah.

sebelumnya tercatat enam Calhaj meninggal dunia, namun saat ini jumlahnya bertambah menjadi delapan orang yang wafat di Arab Saudi. Satu jamaah calon haji meninggal dunia di Madinah dan satunya lagi di Makkah.

Dari data Departemen Agama (Depag) yang dihimpun tim Media center Haji di Daerah Kerja (Daker) Makkah, Selasa (3/11) malam waktu setempat. Jumlah jamaah yang wafat bertambah menjadi delapan orang sejak mereka datang pertama kali ke Madinah dan Makkah.

Untuk hari ini, jamaah bernama Djamilah Nasution binti Kumun warga Pematang Siantar yang masuk Kloter 09 Medan meninggal dunia di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah pada pukul 02.45 waktu setempat karena menderita stroke. Jenazah Djamila sendiri saat ini sudah dimakamkan di Pemakaman Baqi, Madinah.

Satu lagi, jamaah bernama Wasdi bin Dartam warga Batang, Jawa Tengah yang masuk Kloter 03 Solo ini meninggal dunia di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) pada pukul 00.30 waktu setempat. Jenazah Dartam sendiri langsung dimakamkan di Pemakaman Ma’la, Makkah.

Sebelumnya, daftar jamaah calon haji yang meninggal adalah Enung Nurhayati binti Hasan warga Karawang, Jawa Barat yang masuk Kloter 04 Jakarta (JKS) meninggal pada hari Senin (2/11) pukul 19.00 waktu setempat akibat gagal jantung. Nurhayati sendiri telah dimakamkan di Ma’la, Makkah.

Sementara lima jamaah calon haji lainnya yang telah dimakamkan di Pemakaman Baqi, Madinah, yaitu Kartono bin Sarep dari Kloter 17. Abbas bin Cut jamaah dari Kloter 04 Aceh, Supriati binti Ahmad jamaah warga Cianjur dari Kloter 27 Jakarta (JKS).

Nagaro Siregar biti Sutan Solooan Siregar jamaah Kloter 04 Medan. Satu lagi jamaah bernama Siti Hajar binti Maahat asal Riau dari Kloter 06 Batam akibat serangan jantung.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…