Selasa, 3 November 2009 15:03 WIB News Share :

SBY beri lampu hijau enam calon staf khusus Kepresidenan

Jakarta–Setelah lebih dari tiga pekan dimatangkan, barulah jajaran staf khusus Kepresidenan RI diperbaharui. Sebagian besar personelnya adalah intelektual muda baru dan bukan dari kalangan partai politik.

“Mereka semuanya orang profesional, PhD, masih muda dan bukan partisan,” ujar Jubir Kepresidenan Dino Patti Djalal di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (3/11).

Jumlah staf khusus Kepresidenan RI tetap sembilan orang. Menurut Dino, sebanyak enam nama baru sudah Presiden Susilo bambang Yudhoyono (SBY) setujui sebagai anggota staf khusus baru, sedangkan Heru Lelolo (staf khusus bidang otonomi daerah) dan Denny Indrayana (staf khusus bidang hukum) tidak termasuk yang akan SBY ganti. “Tinggal mencari pengganti saya, Insya Allah pekan depan sudah keluar keppresnya,” sambung Dino.

Di luar nama-nama tersebut di atas, staf khusus Kepresidenan RI yang saat ini masih bertugas adalah Sardan Marbun, Irvan Edison, Djali Jusuf dan Kurdi Musthofa. Mereka masing-masing staf khusus bidang pengaduan masyarakat, pertahanan dan keamanan, komunikasi politik dan komunikasi sosial.

Andi Mallarangeng adalah yang paling awal menanggalkan posisinya di staf khusus menyusul penunjukannya sebagai Meneg Pora. Putri Gus Dur, Yenny Wahid, sempat pula menjadi staf khusus Kepresidenan RI bidang komunikasi politik, sebelum mengundurkan diri.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…