Selasa, 3 November 2009 13:16 WIB News Share :

Rumah sementara korban gempa Cianjur siap diresmikan

Cianjur–Rumah sementara untuk para korban bencana yang berada di Desa Pamoyan, Kecamatan Cibinong, Cianjur akan diresmikan pada Rabu (4/11).

Rumah sementara berukuran 4×6 meter, sebanyak 11 unit yang terbuat dari bambu itu sudah rampung didirikan. Rumah tersebut dibangun oleh Taruna TNI dan Polri.Bangunan sederhana tersebut akan di fungsikan untuk korban bencana yang rumahnya hancur, sebelum di bangunnya hunian baru untuk mereka.

Kasi Rehabilitasi dan Relokasi (RR), H Sukarya, Selasa (3/11)  menuturkan, rumah tersebut bersifat hunian sementara karena belum dibangunnya hunian baru untuk korban bencana.

“Kami tidak bisa membiarkan mereka bertahan di tenda karena rentan terserang penyakit. Jadi kami buatkan hunian sementara, insya allah akan di resmikan langsung panglima TNI,” katanya.

Tercatat sedikitnya 25 warga di Desa Pamoyan, Cibinong, kehilangan tempat tinggalnya. Namun hingga saat ini baru 11 unit rumah sementara yang baru selesai dibangun.

Sementara itu 14 KK menolak untuk dibuatkan hunian sementara karena mereka menilai, lokasi tersebut kurang strategis dan jauh dari tempat mereka sehari-hari mencari kehidupan.

“Kami tidak mau ditempatkan di lokasi rumah sementara karena jauh dari tempat kami bertani,” kata salah seorang korban bencana Asep.

Sebagai pengganti KK yang menolak tinggal di rumah sementara, pihak pemerintah menyalurkan bantuan pemindahan lokasi melalui pemerintah desa setempat. 14 KK yang menolak menghuni rumah sementara itu masing-masing diberi uang tunai sebesar Rp 2 juta.

Ketua BPD Desa Cikangkareng Epinul Hakim, membenarkan adanya bantuan dana untuk pemindahan 14 warganya.

“Kami dan aparat desa yang memberikan langsung bantuan pada warga yang menolak untuk di buatkan rumah sementara. Mereka adalah warga Cikangkareng,” katanya.

ant/isw

lowongan kerja
lowongan kerja Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Etika dan Hukum di Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/6/2017), Agus Riewanto, pengajar Fakultas Hukum UNS Solopos.com, SOLO–Baru saja kita melihat fenomena tindakan persekusi, yakni tindakan pemburuan secara sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga kemudian disakiti atau diintimidasi dan dianiaya karena mengekspresikan…